IPO, GMF Aero Asia Tawarkan Harga hingga Rp510/Saham

Dian Ihsan Siregar    •    Senin, 11 Sep 2017 18:52 WIB
gmf aeroasia
IPO, GMF Aero Asia Tawarkan Harga hingga Rp510/Saham
GMF. ANT/Muhammad Iqbal.

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMF) bakal melakukan penawaran umum perdana saham (IPO) di pasar modal Indonesia dengan melepas saham sebanyak-banyaknya 10,89 miliar lembar saham, atau setara 30 persen dari jumlah modal ditempatkan dan disetor GMF setelah IPO.

Harga pelaksanaan IPO anak usaha PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) sebesar Rp390 per saham hingga Rp510 per saham. Artinya, GMF Aero Asia bakal mendapatkan dana segar di kisaran Rp4,24 triliun-Rp5,55 triliun.

Direktur Utama GMF, Iwan Joeniarto menjelaskan, IPO dilakukan guna memenuhi kebutuhan pendanaan, sehingga perseroan bisa merealisasikan banyak ekspansi bisnis ke depannya.

Dana segar yang didapatkan dari IPO setelah dikurangi biaya emisi, bilang Iwan, sekitar 60 persen akan digunakan GMF untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas di line maintainance, repair & overhaul. Sebanyak 15 persen akan dialokasikan untuk refinancing.

"Kemudian sisanya untuk kebutuhan modal kerja," kata Iwan di Hotel Four Season, Jakarta, Senin 11 September 2017.

Rencana ekspansi, dia mengaku, akan berfokus pada peningkatan kapasitas dan kapabilitas dengan cara memperbarui teknologi serta skill sumber daya manusia, sehingga GMF dapat menjadi total solutions provider, dan memberikan layanan terintegrasi bagi pelanggan.

"Selanjutnya GMF akan melakukan pengembangan dengan memperbesar pasar kami dan menambah footprint global kami," papar dia.

Untuk merealisasikan aksi IPO, lanjut Iwan, perseroan telah menunjuk PT Mandiri Sekuritas (Mansek), PT Bahana Sekuritas, PT Danareksa Sekuritas, dan PT BNI Sekuritas sebagai penjamin pelaksana emisis saham (joint lead underwriters).

Masa penawaran saham GMF akan berlangsung dari 11 September hingga 21 September 2017. GMF pada tahun 2016 lalu mencatatkan pertumbuhan pendapatan sebesar 27,18 persen atau mencapai sebesar USD389 juta. Sementara, laba bersih sebesar USD57,7 juta


(SAW)