USD Mulai Menggeliat, Penguatan Rupiah Masih Terlihat

Dian Ihsan Siregar    •    Rabu, 13 Sep 2017 09:31 WIB
kurs rupiah
USD Mulai Menggeliat, Penguatan Rupiah Masih Terlihat
Ilustrasi. (FOTO: ANTARA/AKBAR NUGROHO GUMAY)

Metrotvnews.com, Jakarta: Nilai tukar rupiah ditaksir masih akan terlihat menguat. Walaupun mulai adanya kenaikan USD yang dapat menghambat potensi kenaikan rupiah selanjutnya.

Pada perdagangan Selasa 12 September 2017, rupiah anjlok 44 poin atau setara 0,33 persen ke posisi Rp13.200 per USD. Analis Senior PT Binaartha Sekuritas, Reza Priyambada‎ mengaku, pelemahan yang terjadi dapat dikatakan masih cukup wajar. Karena, mengingat penguatan yang cukup signifikan dalam beberapa hari sebelumnya.

"Kini adanya kenaikan USD dapat menghambat rupiah untuk selanjutnya mengalami penguatan. Namun, tren penguatan rupiah masih cukup jelas terlihat," ujar Reza dalam riset hariannya, Rabu 13 September 2017.

Masih adanya posisi penguatan, dia mengaku, rupiah diproyeksikan akan berg‎erak di kisaran support Rp13.227 per USD, sedangkan posisi resisten akan berada di Rp13.150 per USD.

"Tetap mewaspadai berbagai sentimen yang dapat membuat pergerakan rupiah kembali variatif maupun berbalik arah melemah," ungkap Reza.

Pergerakan USD yang mulai menguat seperti yang diperkirakan sebelumnya, Reza mengaku, mulai menghambat potensi kenaikan mata uang Garuda. Terapresiasinya rupiah hingga mencapai level tertingginya membuat pelaku pasar melepas posisi.

Sementara, sambung dia, pergerakan USD yang cenderung melemah dimanfaatkan pelaku pasar untuk masuk ke mata uang tersebut. Kenaikan USD seiring dengan turunnya permintaan atas aset-aset valas safe haven lainnya, seperti yen Jepang, euro, dan SWF, setelah kekhawatiran atas imbas badai Irma dan kondisi di Korea Utara kian mereda.

Adapun komentar dari PBoC, dia menambahkan, yang berencana untuk memangkas persyaratan cadangan untuk lembaga keuangan yang menyelesaikan posisi forward valas Yuan membuat mata uang tersebut terdepresiasi dan membuat USD menguat, sehingga berimbas pada melemahnya rupiah.


(AHL)