Bahana Sekuritas Rekomendasikan Saham Perbankan

   •    Selasa, 20 Jun 2017 15:46 WIB
perbankan
Bahana Sekuritas Rekomendasikan Saham Perbankan
illustrasi. ANT/Puspa Perwitasari.

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Bahana Sekuritas menilai bahwa saham-saham sektor perbankan layak dikoleksi seiring dengan membaiknya permintaan kredit serta sentimen kenaikan peringkat Indonesia ke layak investasi (investment grade).

Analis PT Bahana Sekuritas Henry Wibowo mengatakan, bahwa transmisi kebijakan Bank Indonesia (BI) yang mempertahankan suku bunga di level 4,75 persen berdampak positif terhadap permintaan kredit memasuki Mei 2017, diikuti dengan membaiknya rasio kredit bermasalah.

"Secara keseluruhan industri perbankan sudah menunjukkan geliat perbaikan," katanya dikutip dari Antara, Selasa 20 Juni 2017.

Apalagi, lanjut dia, ditambah juga oleh sentimen kenaikan peringkat Indonesia ke level  investment grade dari lembaga pemeringkat Standard and Poor's (S&P), serta perbaikan outlook perbankan Indonesia menjadi positif oleh lembaga pemeringkat Moody's.

"Semua itu memberi dampak positif bagi saham-saham perbankan," katanya.

Ia mengemukakan bahwa data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan permintaan kredit pada akhir Mei 2017 tercatat tumbuh 10,4 persen secara tahunan, merupakan pertumbuhan double digit pertama sejak 15 bulan terakhir, kredit terutama disalurkan untuk modal kerja, yang artinya korporasi mulai melakukan ekspansi usaha, setelah kondisi politik di dalam negeri mereda.

"Bahana memperkirakan kredit sepanjang tahun ini akan tumbuh sekitar 12 persen secara tahunan seiring dengan perekonomian yang diperkirakan tumbuh sekitar 5,3 persen," papar Henry Wibowo.

Melihat prospek perbankan yang sudah menggeliat, ia mengatakan bahwa Bahana Sekuritas merekomendasikan beli untuk beberapa bank dengan top pick diantaranya Bank Mandiri (BMRI) dan Bank Negara Indonesia (BBNI) untuk saham perbankan dengan kapitalisasi besar, dan Bank Danamon (BDMN) dan Bank CIMB Niaga (BNGA) untuk kapitalisasi pasar menengah.

Henry Wibowo mengemukakan bahwa Bank Mandiri dan Bank Negara Indonesia diuntungkan dengan bergulirnya berbagai proyek infrastruktur sehingga pembiayaan kepada proyek infrastruktur masih akan terus mengalir.

Di sisi lain, lanjut dia, dengan angka kredit bermasalah yang turun, Bank Mandiri sudah bisa mengurangi biaya provisi yang pada akhirnya akan membantu meningkatkan laba bersih perseroan.

Sedangkan Bank Danamon dan Bank CIMB Niaga, ia mengatakan bahwa kedua bank itu bagi Bahana Sekuritas cukup memiliki prospek seiring dengan rasio kredit bermasalah (NPL) yang menurun.


(SAW)

The Fed Naikkan Suku Bunga AS

The Fed Naikkan Suku Bunga AS

3 days Ago

Federal Reserve AS atau bank sentral AS pada akhir pertemuan kebijakan dua harinya pada Rabu wa…

BERITA LAINNYA