Bloomberg Rilis Platform Analisis Reverse Repo di Indonesia

Dian Ihsan Siregar    •    Jumat, 14 Jul 2017 07:04 WIB
repo
Bloomberg Rilis Platform Analisis Reverse Repo di Indonesia
Ilustrasi. (FOTO: MI/Irfan)

Metrotvnews.com, Jakarta: Bloomberg baru saja merilis analisis reverse repo dan platform perdagangan untuk para pelaku pasar uang di Indonesia dalam rangka memperluas dan memperdalam pasar uang di Indonesia.

Repurchase Agreement, atau lebih dikenal sebagai Repo, merupakan salah satu sumber dana yang dapat diandalkan dalam pasar uang global terutama di Eropa, dengan besaran nilai pasar uang diperkirakan mencapai 5,7 triliun euro di Desember 2016.

Di antara sejumlah bank- bank utama dalam negeri, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) merupakan salah satu bank pertama yang diperdagangkan di Platform Repo Bloomberg.

Mengutip siaran persnya, Jumat 14 Juli 2017, berkolaborasi dengan Money Market Work Group (MMWG) di Indonesia Foreign Exchange Market Committee (IFEMC), Bloomberg telah bekerja sama dengan lebih dari 20 bank untuk mengembangkan solusi pasar uang yang sesuai dengan peraturan dan regulasi di Indonesia. IFEMC bertujuan untuk mendorong perkembangan pasar uang yang efisien dan stabil di Indonesia.

IFEMC Head MMWG dan Managing Director PT Bank Mega Martin Mulwanto menyatakan, dengan bantuan Bloomberg, perusahaan membuat langkah untuk menciptakan pasar utang yang aman, transparan, dan maju dalam rangka memperluas dan mengembangkan pasar uang di Indonesia.




"Kemampuan teknologi kelas dunia Bloomberg serta pengetahuan lokal yang mendalam mengenai pasar repo di Indonesia menunjukkan bahwa Bloomberg mampu menyediakan platform reverse repo yang sesuai dengan kebutuhan pasar uang dalam negeri," jelas Martin Mulwanto.

Platform Repo Bloomberg merupakan platform komunikasi antara pihak penjual dan pembeli repo yang menyediakan kalkulasi berstandar serta menyediakan transparansi informasi mendetil mengenai jaminan suatu transaksi repo. Platform ini juga memiliki sistem konfirmasi yang cepat dan efisien yang dapat memperlancar transaksi antara pembeli dan penjual sehingga dapat meminimalisasi kesalahan.

Dalam beberapa tahun terakhir, Bank Indonesia (BI) telah merlakukan beragam upaya dalam rangka mengingkatkan pasar uang dalam negeri, salah satunya dengan memperkenalkan cross-currency swaps, memperluas cakupan partisipasi dana asing, dan mewajibkan perusahaan untuk membatasi eksposur mata uang. Sejalan dengan international best practices. Bank Indonesia menetapkan 7-Day Repo Rate sebagai acuan kebijakan dalam bertransaksi repo.

Sementara itu, Head of ASEAN Bloomberg Andrea Mosconi menambahkan, Bloomberg sangat senang dapat menyediakan solusi teknologi untuk pasar repo Indonesia, bermitra dengan IFEMC dan komunitas sell-side dalam menyediakan platform yang mantap untuk para pelaku pasar repo.

"Bagi kami, Indonesia merupakan pasar penting di kawasan ASEAN dan kami akan terus mencari cara untuk senantiasa berkontribusi dalam mengembangkan pasar uang di negeri ini," pungkas Andrea Mosconi.


(AHL)