Rupiah Diperkirakan Tertekan Penguatan USD

   •    Senin, 04 Dec 2017 08:15 WIB
kurs rupiah
Rupiah Diperkirakan Tertekan Penguatan USD
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma)

Jakarta: Gerak dolar Amerika Serikat (USD) diperkirakan menguat terhadap nilai tukar rupiah dan beberapa mata uang negara berkembang usai kesepakatan pemotongan pajak di tubuh Senat Partai Republik. Sebanyak 51 dari 52 Senat Partai Republik akhirnya sepakat untuk meloloskan program pemotongan pajak Trump dengan beberapa revisi.

Analis Samuel Sekuritas Ahmad Mikail mengatakan senat dari Partai Republik menargetkan program pemotongan pajak tersebut dapat ditandatangani oleh Trump sebelum natal tahun ini. Sentimen postif dari AS tersebut diperkuat dengan kemungkinan naiknya tingkat suku bunga the Fed pada rapat FOMC minggu depan.

"Gerak nilai tukar rupiah dapat bergerak di rentang Rp13.550-Rp13.580 per USD pada perdagangan hari ini," kata Ahmad Mikail, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Senin, 4 Desember 2017.

Sementara itu, imbal hasil Surat Utang Negara (SUN) diperkirakan menguat. Dengan kemungkinan besar menguatnya USD atas imbal hasil SUN diperkirakan akan naik terbatas pada perdagangan hari ini dan bergerak di rentang 6.55-6.59 melalui data inflasi November yang akan segera rilis.

"Dan diperkirakan akan lebih rendah dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang kemungkinan besar juga menjadi faktor yang membatasi kenaikan imbal hasil SUN 10 tahun. Inflasi kami perkirakan sebesar 3,30 sampai 3,50 persen di November 2017," pungkasnya.

 


(ABD)

The Fed Naikkan Suku Bunga AS

The Fed Naikkan Suku Bunga AS

1 day Ago

Federal Reserve AS atau bank sentral AS pada akhir pertemuan kebijakan dua harinya pada Rabu wa…

BERITA LAINNYA