Kuartal IV-2016

AP I akan Terbitkan Obligasi Rp3 Triliun & Sukuk Rp500 Miliar

Dian Ihsan Siregar    •    Kamis, 18 Aug 2016 18:39 WIB
angkasa pura ii
AP I akan Terbitkan Obligasi Rp3 Triliun & Sukuk Rp500 Miliar
Ilustrasi. (FOTO: MI/Atet Dwi Permata)

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Angkasa Pura I (Persero) atau AP I berencana menerbitkan surat utang (obligasi) sebesar Rp3 triliun di kuartal IV-2016. Obligasi akan menggunakan buku Juni 2016.

"Insya Allah pakai buku Juni 2016 obligasi Rp3 triliun. Jadi Desember sudah bisa terbit," kata Direktur Keuangan Angkasa Pura I, Novrihandri, ditemui dalam acara penandatanganan kredit sindikasi AP I di Hotel Dharmawangsa, Jakarta, Kamis (18/8/2016).

Selain menerbitkan obligasi, perseroan juga akan menerbitkan sukuk sebesar Rp500 miliar. Penerbitan sukuk karena tingginya permintaan dari investor di samping mendapat masukan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Demi memperlancar langkah penerbitan obligasi, perseroan pun menunjuk empat penjamin pelaksana emisi (underwriter), yaitu Danareksa Sekuritas, Mandiri Sekuritas, Bahana Securities, dan BCA Sekuritas. "Yang menjadi lead underwriter adalah Danareksa Sekuritas," tutur Novrihandri.

Direktur Utama AP I, Sulistyo Wimbo Hardjito menambahkan, dana obligasi akan digunakan untuk mengembangkan lima bandara yang dimiliki AP I. Lima bandara yang akan dikembangkan, terdiri dari Bandara Ahmad Yani Semarang yang membutuhkan investasi sebesar Rp2,1 triliun yang ditargetkan akan beroperasi di 2018, Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin membutuhkan Rp2,3 triliun yang selesai 2019, serta bandara baru Yogyakarta membutuhkan dana Rp9,3 triliun yang selesai 2020.

Selanjutnya terminal 3 bandara Juanda Surabaya sebesar Rp9,1 triliun yang selesai 2020, dan yang terakhir Bandara Sultan Hasanuddin Makasar Rp3,6 triliun yang selesai pada 2020. Menurut dia, pengembangan bandara memiliki tujuan untuk meningkatkan kualitas layanan (level of service), kepuasan pengguna jasa bandara serta mengimbangi laju pertumbuhan industri penerbangan nasional. Selain itu dana hasil pinjaman dari sindikasi juga akan digunakan untuk menjalani investasi rutin.

AP I mendapat pinjaman sindikasi dari tiga bank dan dua lembaga keuangan bukan bank sebesar Rp4 triliun. Pinjaman ini dialokasikan untuk mengembangkan bandara AP I di tahun ini.

Para pemberi pinjaman terdiri dari PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) (SMI) sebesar Rp1,35 triliun, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) sebesar Rp1 triliun, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebesar Rp800 miliar, PT Indonesia Infrastructure Finance (IIF) sebesar Rp500 miliar, dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) sebesar Rp300 miliar.

Sulistyo menambahkan, pinjaman ini merupakan bagian dari pemenuhan pendanaan untuk pengembangan bandara AP I di 2016. Pada tahun ini perseroan membutuhkan dana eksternal sebesar Rp7 triliun, sebanyak Rp4 triliun didapatkan dari kredit sindikasi, dan sisanya dari penerbitan obligasi Rp3 triliun.

"Fasilitas kredit sebesar Rp4 triliun dengan tenor 15 tahun dengan grace period lima tahun. Dana tersebut, akan digunakan perseroan untuk pengembangan lima bandara kami (AP I)," pungkas Sulistyo.


(AHL)