Manajemen MDRN Mendatangi BEI

Dian Ihsan Siregar    •    Kamis, 06 Jul 2017 15:16 WIB
7-eleven
Manajemen MDRN Mendatangi BEI
Sevel. ANT/Paramayuda.

Metrotvnews.com, Jakarta: Manajemen PT Modern Internasional Tbk (MDRN) akhirnya datang ke PT Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk menjelaskan tentang kinerja‎ bisnisnya, setelah bisnis 7-Eleven (sevel) yang dijalankan anak usahanya PT Modern Sevel Indonesia (MSI) tumbang pada 30 Juni 2017.

Pantauan Metrotvnews.com di Gedung BEI, SCBD Sudirman, Jakarta, Kamis 6 Juli 2017, manajemen MDRN datang ke bursa sekitar pukul 14.30 WIB. Dari manajemen Modern Internasional, ada tiga direksi yang datang untuk bertemu dua direksi bursa.

Dua direksi bursa yang ditemui oleh manajemen MDRN adalah Direktur Penilaian Perusahaan BEI Samsul Hidayat ‎dan Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa Alpino Kianjaya.

Pihak bursa ingin menggali lebih jauh terkait keberlangsungan perseroan, setelah Sevel yang merupakan perusahaan yang meraih 70 persen dari total pendapatan yang didapat tiap tahunnya.

Sekadar informasi, PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) telah memastikan tidak mengakuisisi semua gerai 7-eleven (sevel) yang dimiliki oleh PT Modern Sevel Indonesia, yang merupakan anak usaha dari P‎T Modern Internasional Tbk (MDRN).

Dengan adanya kejadian itu, maka Modern Internasional menutup semua gerai Sevel pada akhir Juni. Penutupan gerai yang langsung berada di bawah manajemen perseroan.

‎"Bersama surat ini, kami bermaksud untuk menginformasikan bahwa per 30 Juni 2017, seluruh gerai 7-Eleven di bawah PT Modern Sevel Indonesia akan menghentikan kegiatan operasionalnya," kata Direktur Modern Internasional Chandra Wijaya.

Keputusan itu datang karena adanya keterbatasan perusahaannya dalam menunjang kegiatan operasional gerai Sevel. Apalagi rencana PT Charoen Pokphand Restu Indonesia untuk mencaplok bisnis 7-Eleven batal dilakukan. 

"Hal-hal material yang berkaitan dan timbul akibat pemberhentian operasional 7-Eleven akan ditindaklanjuti sesuai dengan peraturan dan hukum yang berlaku, dan diselesaikan secepatnya," terang Chandra.



(SAW)