IHSG Berpotensi Bergerak Mixed

Angga Bratadharma    •    Senin, 15 May 2017 13:05 WIB
ihsg
IHSG Berpotensi Bergerak <i>Mixed</i>
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma)

Metrotvnews.com, Jakarta: Data penjualan ritel Amerika Serikat (AS) tercatat lebih buruk dari ekspektasi sementara consumer sentiment dan inflasi (CPI) relatif inline. Investor secara umum masih memperkirakan the Fed akan menaikkan suku bunga di bulan depan.

"Bursa AS ditutup mixed pada perdagangan terakhirnya. Sementara bursa Eropa menguat di tengah rilisnya laporan keuangan emiten dan sejumlah aktivitas korporasi," ungkap Samuel Research Team, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Senin 15 Mei 2017.

Di Asia, investor masih mengkhawatirkan ketegangan di wilayah Korea, di mana Korea Utara tengah melakukan uji coba rudal balistik dengan kemampuan nuklir. Tentu ada harapan agar ketegangan ini bisa mereda dan masing-masing pihak tidak melakukan hal yang tidak diinginkan.



Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,39 persen di Jumat lalu dengan dana asing mencatatkan net buy Rp771 miliar di pasar reguler. Sejumlah bursa pagi ini bergerak mixed cenderung melemah. IHSG hari ini juga berpotensi mixed mengikuti pergerakan bursa global.

Analis Samuel Sekuritas Rangga Cipta mengatakan, siang ini ditunggu neraca perdagangan April 2017 yang diperkirakan menipis surplusnya. Dalam hal ini, perlu ada upaya terus menerus agar kinerja perdagangan bisa lebih baik dan mencetak surplus perdagangan lebih besar di masa mendatang.

"Tetapi gerak nilai tukar rupiah diperkirakan masih menikmati penguatan dengan USD yang masih mengalami pelemahan dan komoditas yang berhenti mengalami penurunan," ujar Rangga, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta.

Adapun tingkat inflasi Amerika Serikat (AS) mengalami penurunan dan penguatan USD tertahan. Dengan sebelumnya konsisten menguat, dolar index terus terkoreksi merespons turunnya inflasi AS di saat laporan keuangan emitan AS tidak begitu baik.

 


(ABD)