Kerek Investor, BEI Beri Kesempatan Karyawan BRI Magang

Dian Ihsan Siregar    •    Jumat, 11 Aug 2017 19:38 WIB
bri
Kerek Investor, BEI Beri Kesempatan Karyawan BRI Magang
Direktur Bursa Efek Indonesia Tito Sulistio. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro)

Metrotvnews.com, Jakarta: Demi mengejar peningkatan pasar modal Indonesia, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) merangkul PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI). Bursa pun mengincar pelaku pasar yang ada di pedesaan.

Untuk menyukseskan langkah tersebut, ‎Direktur Utama BEI Tito Sulistio mengaku, bursa akan memberikan edukasi kepada karyawan-karyawan BRI yang bekerja di pedesaan. Dapat dipastikan, edukasi yang diberikan terkait pasar modal yang ada di wilayah masing-masing.

"Kita mengundang staf dari BRI untuk magang di BEI. Fasilitasi magang di sekuritas, lalu 27 kantor perwakilan dan hampir 300 galeri menjadi tempat untuk staf daerah," kata Tito, ditemui di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), SCBD Sudirman, Jakarta, Jumat 11 Agustus 2017.

BEI sengaja memilih BRI, karena bank tersebut memiliki jaringan perbankan yang sangat di Indonesia, terdiri dari 476 kantor cabang, 603 kantor cabang pembantu, 983 kantor kas, 5.360 BRI Unit, dan 3.179 Teras BRI.

Dengan diberikannya pengetahuan pasar modal, Tito menyatakan, karyawan BRI dipastikan bisa memberikan informasi dan edukasi yang baik bagi pedesaan. Pendidikan itu menjadi kunci utama meningkatkan literasi investasi pasar modal yang ada di tiap desa di Indonesia.

Di tempat yang sama, ‎Direktur Utama BRI Suprajarto menambahkan, dia pun akan memberikan edukasi kepada agen BRILink. Meski statusnya hanya mitra, tapi dengan jumlah yang sangat besar, agen BRILink bisa sangat sukses dalam memberikan edukasi ke masyarakat desa. "‎Sekarang agen sudah 103.000, Insyaallah akhir tahun bisa sampai 200.000 agen," jelas dia.

Pada tahap edukasi, Suprajarjo menekankan, perseroan akan memanfaatkan jaringan di pedesaan dalam melayani pembukaan rekening dana nasabah (RDN). Nantinya, PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) yang bersedia membantu dalam menghubungkan para investor baru yang ada di pedesaan dengan perusahaan sekuritas (broker).

Pada akhirnya, masyarakat desa bisa membuka RDN di kantor cabang BRI terdekat di wilayah masing-masing. Tapi, sampai saat ini, bursa, BRI, dan KSEI sedang mengupayakan pemberian edukasi secara menyeluruh terkait investasi yang ada di pasar modal Indonesia.


(AHL)