Aturan AEoI Tidak Ganggu Kinerja Pasar Modal Indonesia

Dian Ihsan Siregar    •    Kamis, 18 May 2017 15:49 WIB
aeoi
Aturan AEoI Tidak Ganggu Kinerja Pasar Modal Indonesia
Direktur Pengembangan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Nicky Hogan. (FOTO: MTVN/Dian Ihsan Siregar)

Metrotvnews.com, Jakarta: Direktur Pengembangan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Nicky Hogan ‎menyatakan, Peraturan Pemerintah Pengganti Undang Undang (Perppu) Nomor 1 Tahun 2017 tentang Akses Informasi untuk Kepentingan Perpajakan tidak akan mengganggu kinerja perdagangan saham di pasar modal Indonesia.

Dibukanya akses informasi keuangan yang dijalankan akan dilakukan hanya jika ada permintaan dari Direktorat Jendral (Ditjen) Pajak. "Indeks seolah-olah terpengaruh. Kalau diperhatikan tidak terlalu terlalu bergejolak," ungkap Nicky, ditemui di Gedung BEI, SCBD Sudirman, Jakarta, Kamis 18 Mei 2017.

Baca: Pemerintah Telah Terbitkan Perppu AEoI

Mengenai Perppu tersebut, tutur Nicky, bursa juga sedang menunggu pernyataan resmi pemerintah maupun Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ‎yang akan melakukan konferensi pers kepada publik di hari ini.

"Mengenai Perppu itu, hari ini nanti sore menurut Muliaman (Ketua DK OJK) akan ada konferensi pers. Jadi kita tunggu penjelasan lebih lanjut dari pemerintah, supaya tidak ada kesimpangsiuran," jelas Nicky.

Optimisme Nicky ini juga terlihat tingkat investasi yang ada di Indonesia juga tidak akan mengalami perubahan, meski sedikit investor tetap khawatir dengan keadaan tersebut. Penurunan indeks yang belakangan ini terjadi, tegas Nicky, sekadar fluktuasi pasar saja. Keadaan itu, juga terbilang masih sehat untuk pasar modal Indonesia.

‎"Iklim investasi Indonesia masih menarik. Perkembangan komoditas cukup baik, indikator makroekonomi positif. Jadi tidak perlu ada yang ditakutkan," pungkas Nicky.

 


(AHL)

Bank Mandiri Tunggu Pelunasan Utang Modern Internasional
Sevel Tutup

Bank Mandiri Tunggu Pelunasan Utang Modern Internasional

5 days Ago

Bangkrutnya usaha 7-Eleven (sevel) ditangan PT Modern Internasional Tbk (MDRN) meninggalkan ban…

BERITA LAINNYA