Indeks Saham Indonesia Rawan Aksi Ambil Untung

Angga Bratadharma    •    Kamis, 07 Feb 2019 09:15 WIB
ihsg
Indeks Saham Indonesia Rawan Aksi Ambil Untung
Ilustrasi (MI/RAMDANI)

Jakarta: Indeks saham Amerika Serikat (AS) semalam ditutup melemah di tengah penantian perkembangan negosiasi dagang AS-Tiongkok. Laporan kinerja keuangan beberapa emiten yang mencatatkan pertumbuhan di bawah ekspektasi juga menjadi pendorong penurunan indeks. 

Lebih dari 55 persen anggota bursa S&P500 telah menerbitkan kinerjanya, dan 68 persen di antaranya mencatat kinerja di atas perkiraan konsensus. Sementara itu, data terkini dari data makro, pasar AS tengah menantikan terbitnya data jobless dan continuing claims dan beberapa data penting lain pekan depan.

Dari pasar Asia Pasifik, Samuel Research Team mengungkapkan, pagi ini indeks yang telah beroperasi bergerak bervariasi. Sedangkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin ditutup menguat didorong oleh rilisnya data PDB Indonesia. IHSG hari ini berpotensi diwarnai aksi ambil untung. 

"Namun demikian, sentimen rilisnya angka PDB yang dilaporkan lebih baik dari ekspektasi konsensus potensi kembali mendorong pasar melakukan akumulasi beli selektif beberapa saham berfundamental kuat sambil menanti rilisnya kinerja keuangan setahun penuh 2018 emiten domestik," sebut Samuel Research Team, seperti dikutip dari risetnya, Kamis, 7 Februari 2019.

Data dalam negeri yang ditunggu pelaku pasar adalah data foreign reserves dan BoP. Nilai tukar rupiah menguat ke Rp13.920 per USD dibandingkan dengan Rp13.960 per USD, sedangkan pasar EIDO melemah.

Dari pasar Eropa, indeks acuan di wilayah tersebut kemarin ditutup bervariasi di tengah earnings season. Sentimen penggerak lain adalah data terkini pembangunan tembok AS-Meksiko, sedangkan dari emiten, investor mencermati penolakan rencana merger Germany’s Siemens and France’s Alstom.

"Dari pasar komoditas, harga minyak dunia naik satu peren di tengah sinyal mengetatnya pasokan, sementara harga emas tercatat turun di tengah penguatan USD serta sentimen resolusi negosiasi perdagangan AS-Tiongkok," pungkasnya.


(ABD)