Tak Semua Bahagia dengan Penguatan Rupiah

Annisa ayu artanti    •    Selasa, 08 Jan 2019 13:07 WIB
kurs rupiah
Tak Semua Bahagia dengan Penguatan Rupiah
Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Rosan P Roeslani. (FOTO: Medcom.id/Annisa Ayu)

Jakarta: Kamar Dagang Industri (Kadin) Indonesia menyebut penguatan rupiah hampir menembus level Rp13 ribu per USD tidak selalu menyenangkan bagi pengusaha. Saat pembukaan perdagangan hari ini rupiah berada di level Rp14.059 per USD.

"Memang mungkin banyak yang bilang rupiah menguatnya kencang, bagus nih, tapi buat saya enggak selalu kayak gitu," kata Ketua Kadin Rosan P Roeslandi saat ditemui usai acara ekonomi outlook 2018, di Pacific Place, Jakarta, Selasa, 8 Januari 2019.

Rosan menjelaskan perkasanya rupiah ini justru menyulitkan pengusaha, khususnya yang berorientasi ekspor dalam menyusun rencana kerja.

"Yang orientasinya ekspor mungkin kurang happy (bahagia) juga dengan penguatan yang kencang," jelas dia.

Pengusaha lebih menginginkan pergerakan rupiah yang stabil dibandingkan penguatan yang terlalu kencang atau pelemahan yang tajam.

"Kalau naik turunnya cepat seperti ini kita repot bikin rencananya. Kita ambil asumsi yang mana," pungkas dia.

Seperti diketahui, gerak nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan Selasa pagi terlihat menguat dibandingkan dengan perdagangan sore di hari sebelumnya di posisi Rp14.082 per USD. Membaiknya perekonomian Indonesia disertai mulai masuknya arus modal ke Tanah Air terus memicu rupiah mampu menahan amukan USD.

Mengutip Bloomberg, Selasa, 8 Januari 2019, nilai tukar rupiah pada perdagangan pagi dibuka menanjak ke Rp14.059 per USD. Day rangenilai tukar rupiah berada di kisaran Rp14.024 hingga Rp14.059 per USD dengan year to date returndi minus 2,53 persen. Sedangkan menurut Yahoo Finance, nilai tukar rupiah berada di posisi Rp13.806 per USD.

 


(AHL)


Trump Prediksi AS-Tiongkok Capai Kesepakatan
Akhiri Perang Dagang

Trump Prediksi AS-Tiongkok Capai Kesepakatan

1 day Ago

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memprediksi Amerika Serikat akan mencapai kesepakata…

BERITA LAINNYA