BEI Resmi Luncurkan 3 Indeks Saham Baru

Dian Ihsan Siregar    •    Kamis, 17 May 2018 10:54 WIB
ihsgbeipasar modal
BEI Resmi Luncurkan 3 Indeks Saham Baru
Direktur Utama BEI Tito Sulistio (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)

Jakarta: Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi meluncurkan tiga indeks saham baru yang salah satunya adalah IDX High Dividend 20. Indeks tersebut adalah indeks atas harga 20 saham perusahaan tercatat yang tercatat di BEI yang secara rutin membagikan dividen tunai dan memiliki imbal hasil dividen kepada para pemegang sahamnya.

Dua indeks saham baru lainnya adalah IDX BUMN20 dan Jakarta Islamic Index 70 (JII70). IDX BUMN20 adalah indeks harga atas 20 saham perusahaan tercatat yang merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), dan afiliasinya. Sedangkan JII70 adalah indeks atas 70 saham syariah yang memiliki kapitalisasi pasar dan likuiditas transaksi tinggi.

Dalam kesempatan itu, Direktur Utama BEI Tito Sulistio mengharapkan ketiga indeks saham baru ini dapat menjadi alternatif acuan bagi para investor dan pengelola dana dalam melakukan investasi. Selain itu, diharapkan memberi efek positif terhadap industri pasar modal di Indonesia.

"Di masa mendatang, indeks-indeks ini dapat digunakan sebagai landasan acuan bagi produk-produk pasar modal seperti reks adana, Exchange Traded Fund (ETF), dan produk-produk derivatif lainnya," kata Tito, di Gedung BEI, SCBD Sudirman, Jakarta, Kamis, 17 Mei 2018.

Tito menambahkan konstituen indeks IDX High Dividend 20 adalah saham dari perusahaan tercatat yang membagikan dividen tunai selama tiga tahun terakhir, dan memiliki rata-rata harian nilai transaksi reguler untuk periode tiga bulan, enam bulan, dan 12 bulan terakhir masing-masing lebih besar dari Rp1 miliar.



"Selanjutnya Indeks IDX High Dividend 20 dipilih berdasarkan imbal hasil dividen, kriteria likuiditas, dan kapitalisasi pasar," ucap dia.

Sedangkan indeks IDX BUMN20 dipilih dari saham Perusahaan BUMN, BUMD, dan afiliasinya (merupakan anak perusahaan atau terdapat kepemilikan saham oleh pemerintah) yang telah tercatat selama enam bulan. Selanjutnya Indeks IDXBUMN20 dipilih berdasarkan kriteria likuiditas, jumlah hari diperdagangkan, dan kapitalisasi pasar.

Adapun Indeks JII70 dipilih dari saham syariah yang masuk dalam konstituen Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) dan telah tercatat selama enam bulan terakhir. Selanjutnya Indeks JII70 dipilih menggunakan kapitalisasi pasar dan rata-rata nilai transaksi harian di pasar reguler.

Metode penghitungan indeks IDX High Dividend 20 menggunakan metode Capped Dividend Yield Adjusted Free-Float Market Capitalization Weighted. Indeks ini menggunakan nilai kapitalisasi pasar dan jumlah saham beredar di publik (free float) sebagai bobot dengan penyesuaian menggunakan imbal hasil, serta mengenakan batasan bobot dalam indeks paling tinggi untuk satu saham adalah 15 persen.

Sementara itu, metode penghitungan indeks IDX BUMN20 menggunakan metode Capped Market Capitalization Weighted atau menggunakan kapitaliasi pasar sebagai bobot serta mengenakan batasan bobot dalam indeks paling tinggi untuk satu saham adalah 15 persen.

"Sedangkan metode perhitungan indeks JII70 sama dengan mayoritas indeks saham yang ada di BEI, yakni Market Capitalization Weighted," ucap Tito.



Lebih lanjut, Tito mengatakan, bursa akan melakukan dua jenis evaluasi berkala atas Indeks IDX High Dividend 20 dan IDX BUMN20 yaitu evaluasi mayor yang mencakup evaluasi atas konstituen dan penyesuaian kembali bobot saham dalam indeks. Selanjutnya adalah evaluasi minor yang hanya mencakup penyesuaian kembali bobot saham dalam indeks.

Untuk indeks IDX High Dividend 20, evaluasi mayor dilakukan setiap akhir Januari dan selanjutnya efektif setiap hari saat bursa pertama di Februari. Evaluasi minor untuk indeks tersebut dilakukan setiap akhir Juli dan selanjutnya akan efektif setiap hari bursa pertama di Agustus.

Sementara itu, untuk evaluasi mayor indeks IDX BUMN20 dilakukan setiap akhir Januari dan Juli untuk selanjutnya efektif setiap hari bursa pertama di Februari dan Agustus. Evaluasi minor untuk indeks IDX BUMN20 dilakukan setiap akhir April dan Oktober untuk selanjutnya akan efektif setiap hari bursa pertama di Mei dan November.

"Indeks JII70 akan dilakukan peninjauan berkala setiap akhir Mei dan November untuk selanjutnya efektif setiap hari bursa pertama di Juni dan Desember. Periode ini mengikuti jadwal peninjauan berkala ISSI dan Jakarta Islamic Index (JII)," pungkas Tito.

 


(ABD)