SMI Catatkan Green Bond Rp500 Miliar Dukung Percepatan Infrastruktur

Dian Ihsan Siregar    •    Selasa, 10 Jul 2018 10:49 WIB
sarana multi infrastruktur
SMI Catatkan <i>Green Bond</i> Rp500 Miliar Dukung Percepatan Infrastruktur
Suasana ketika SMI resmi mencatatkan obligasi Green Bond Tahap I Tahun 2018 sebesar Rp500 miliar (Foto: Medcom.id/Dian Ihsan Siregar)

Jakarta: PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) atau SMI mendukung percepatan pembangunan infrastruktur di Indonesia dengan menjadi emiten pertama di Indonesia yang menerbitkan obligasi berwawasan lingkungan atau green bond. Upaya ini merupakan langkah nyata dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

Dalam kesempatan ini, SMI resmi mencatatkan obligasi Green Bond Tahap I Tahun 2018 sebesar Rp500 miliar. Obligasi tersebut merupakan bagian dari ‎Penawaran Umum Berkelanjutan (PUB) Green Bond sebesar Rp3 triliun. Diharapkan obligasi ini diserap maksimal oleh investor yang harapannya mempercepat pembangunan infrastruktur di Indonesia.

‎Direktur Utama SMI Emma Sri Martini menyatakan ‎SMI memiliki komitmen kuat terhadap pembangunan berkelanjutan melalui penyediaan fasilitas pembiayaan kepada beragam proyek infrastruktur berwawasan lingkungan di Indonesia.

Komitmen SMI ini, lanjut Emma, sejalan dengan komitmen Pemerintah Indonesia dalam merealisasikan komitmen Paris Agreement yang bertujuan untuk melindungi dan mempertahankan ekosistem serta kualitas lingkungan. Sudah sepantasnya pembangunan yang dilakukan sekarang ini mengedepankan aspek lingkungan.

‎"Kami di SMI berkomitmen kuat dalam mendukung pencapaian SDG dan menaruh perhatian khusus terhadap perubahan iklim. Salah satu tindakan nyata kami adalah dengan menerbitkan Green Bond," ucap ‎Emma, ditemui di Gedung BEI, SCBD Sudirman, Jakarta, Selasa, 10 Juli 2018.‎

Melalui Green Bond, dia mengaku, SMI beserta investor dan para pemangku kepentingan lainnya mendukung terwujudnya keberlangsungan pembangunan di muka bumi. SMI akan mengalokasikan hasil penerbitan Green Bond untuk membiayai beragam sektor, seperti sektor energi terbarukan, transportasi ramah lingkungan, dan pengelolaan air bersih.

Menurut Emma dalam menjalankan mandat sebagai katalis mendukung pembangunan infrastruktur Indonesia, SMI memiliki upaya lainnya dalam mendukung SDGs melalui program mitigasi dan adaptasi perubahan iklim dengan membentuk divisi khusus yang secara aktif meningkatkan kapasitas untuk lebih berkontribusi pada pembangunan yang berkelanjutan.

"Di mana kami juga menjalankan secara komprehensif standar Environment & Social Management Framework yang mengatur terkait kepatuhan terhadap kepedulian atas dampak sosial dan lingkungan sebagai dampak dari proyek infrastruktur yang dibiayai," ujar Emma.

Pada penerbitan Green Bond ini, sambung dia, meski periode book building sangat singkat dan terpotong libur panjang Lebaran, namun permintaan masuk terhadap Green Bond SMI masih sangat baik dan memenuhi target yang diharapkan yakni sebesar Rp1 triliun.

"Animo investor sangat baik pada saat book building namun investor mengharapkan imbal hasil yang lebih tinggi karena kenaikan suku bunga," jelas dia.

Terkait dengan kenaikan suku bunga the Fed dan ekspektasi kenaikan BI Rate, beberapa investor menarik minatnya setelah penentuan kupon obligasi dan memilih menunggu kepastian kenaikan suku bunga. Namun, selama masa penawaran best effort, terdapat tambahan permintaan Green Bond sebesar Rp145 miliar sehingga total emisi tahap I menjadi Rp500 miliar.

"Pada emisi pertama ini, karena merupakan program PUB, kami tidak memprioritaskan ukuran di tengah kondisi kenaikan tingkat suku bunga. Kami senantiasa berkomitmen memberikan bunga pembiayaan yang kompetitif terhadap proyek infrastruktur berwawasan lingkungan, namun Green Bond tetap memberikan risk premium di atas obligasi pemerintah," sebutnya.

Emisi pertama ini, lanjut dia, lebih untuk mengaktifkan fasilitas PUB. Sedangkan untuk emisi-emisi selanjutnya, SMI dapat melakukan setiap saat pada kondisi yang lebih kondusif melalui fasilitas PUB sebesar Rp3 triliun tersebut.

Kondisi berbeda dengan industrI syariah yang telah terbentuk ekosistem dan target pasarnya. Adapun Green Bond membutuhkan waktu untuk pengembangan ke depan. ‎Hal ini terlihat dari investor Sukuk yang tetap melanjutkan minatnya pada saat bersamaan, meskipun imbal hasilnya sama dengan Green Bond.

"Kami berharap emisi Green Bond SMI dapat menjadi langkah awal bagi perkembangan industri keuangan berwawasan lingkungan, mengingat hal ini membutuhkan komitmen dan dukungan para pemangku kepentingan, seperti regulator dan investor. Kami berharap emisi Green Bond ke depan dapat bersaing dan kompetitif dibandingkan obligasi konvensional," tuturnya.

Selain Green Bond, SMI juga melakukan PUB Sukuk senilai Rp3 triliun dengan nilai penerbitan sebesar Rp1 triliun pada Tahap I Tahun 2018 ini. SMI telah memberikan pembiayaan berbasis syariah sejak 2017. Hal ini juga menjadi salah satu komitmen SMI untuk mendorong masuknya pelaku pasar syariah dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia‎.


(ABD)