Bank Singapura Periksa Nasabah, Bos BEI: Itu Urusan Mereka!

Dian Ihsan Siregar    •    Rabu, 21 Sep 2016 20:50 WIB
tax amnesty
Bank Singapura Periksa Nasabah, Bos BEI: Itu Urusan Mereka!
Direktur Bursa Efek Indonesia Tito Sulistio. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro)

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mengaku tidak mengerti langkah perbankan berafiliasi dengan Singapura yang melaporkan warga Indonesia yang merealisasikan program repatriasi amnesti pajak.

Menurut Direktur Utama BEI Tito Sulistio hal itu merupakan hak bank Singapura dalam menjalankan pemeriksaan nasabah. Meski demikian, Tito tetap mendorong para pengusaha Indonesia yang memiliki dana di perbankan Singapura untuk bisa membawa pulang dananya ke Indonesia.

Baca: OJK Panggil Bank-Bank Singapura Terkait Amnesti Pajak

"Saya enggak ngerti, karena buat saya kan pertanyaannya begini, 'amnesti pajak gue enggak periksa, tiba-tiba nasabah diperiksa lagi', hanya itu buat saya haknya bank Singapura periksa lagi know your costumer, apakah dananya benar apa enggak. Hak Singapura tapi orang Indonesia bawalah duitnya ke sini," tutur Tito, ditemui di Gedung BEI, SCBD Sudirman, Jakarta, Selasa (21/9/2016).

Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memanggil bank-bank yang memiliki afiliasi dengan Singapura untuk dimintai klarifikasi mengenai informasi tentang laporan yang menyebutkan bahwa perbankan di Singapura melaporkan Warga Negara Indonesia (WNI) yang melakukan repatriasi dana dalam rangka amnesti pajak.

Pertemuan dengan bank-bank tersebut berlangsung di Kantor OJK yang dipimpin oleh Deputi Komisioner Pengawas Perbankan III Irwan Lubis. Bank yang dipanggil adalah Bank OCBC NISP, UOB, dan DBS. Dalam hal ini, OJK sengaja memanggil khusus bank-bank yang memiliki afiliasi dengan Singapura.

"Itu untuk meminta penjelasan tentang kebenaran informasi bahwa bank induk mereka di Singapura melaporkan warga negara Indonesia yang mau merepatriasi dananya dalam rangka amnesti pajak atau pengampunan pajak," ujar Irwan Lubis.

Sebelumnya beredar informasi yang menyebutkan bahwa bank di Singapura melaporkan nasabahnya yang berkewarganegaraan warga negara Indonesia yang melakukan repatriasi dalam rangka amnesti pajak sebagai suspicious transaction report kepada unit kepolisian negara itu yang menanganai kejahatan keuangan, Singapore’s Commercial Affairs Departemen (CAD).

Menurut panjelasan tiga bank-bank subsidiary tersebut laporan memang dilakukan dalam rangka memenuhi standar Financial Action Task Force (FATF), sebuah lembaga yang dibentuk untuk mencegah pencucian uang antarnegara. Namun laporan itu tidak ditindaklanjuti oleh kepolisian Singapura (CAD), sehingga nasabah warga negara Indonesia dapat terus melakukan transaksi.

Irwan Lubis menjelaskan bahwa bank-bank afiliasi Singapura dan juga induknya tetap mendukung program amnesti pajak. Bahkan, mereka melakukan asistensi dan sosialisi mengenai program ini.

"Saya menegaskan bahwa OJK sangat menaruh perhatian pada keberhasilan program amnesti pajak dan meminta bank-bank tersebut mendukung secara penuh serta mengkomunikasikan dengan induk perusahaanya di Singapura," pungkas Irwan Lubis.


(AHL)

Pascareshuffle Mau Apa? (4)

Pascareshuffle Mau Apa? (4)

1 month Ago

Republik Sentilan Sentilun malam ini bertema "Pascareshuffle Mau Apa?" menghadirkan A…

BERITA LAINNYA