Usai Right Issue, PP Properti Tambah Lahan 400 Ha

Dian Ihsan Siregar    •    Selasa, 16 May 2017 13:05 WIB
pp properti
Usai <i>Right Issue</i>, PP Properti Tambah Lahan 400 Ha
Ilustrasi salah satu proyek PP Properti. (FOTO: MTVN/Husen Miftahudin)

Metrotvnews.com, Jakarta: PT PP Properti Tbk (PPRO) hingga akhir tahun ini berencana memiliki cadangan lahan hingga mencapai 400 hektare (ha) usai melakukan right issue. Hal itu guna mendukung pertumbuhan perseroan di masa mendatang.

Penambahan cadangan lahan tersebut akan didukung oleh pendanaan yang kuat setelah PPRO melakukan rights issue senilai Rp1,5 triliun. Di mana 70 persen dari dana tersebut digunakan untuk investasi pengembangan, yaitu sekitar Rp1 triliun.

Direktur Utama PP Properti Taufik Hidayat mengatakan, hingga akhir 2016, jumlah cadangan lahan (landbank) perseroan mencapai 60 ha. Dengan total cadangan pada akhir tahun ini seluas 400 ha, maka luas landbank PPRO tumbuh lebih dari lima kali lipat dibandingkan tahun lalu.

Saat ini, kata Taufik, landbank PPRO sudah mencapai 84 ha, naik 40 persen dibandingkan 60 ha di akhir 2016. Cadangan lahan itu tersebar di Jabodebek, Cikarang, Lombok, Surabaya, Semarang, Jawa Barat, dan beberapa lokasi lainnya.

"Di akhir 2017, PPRO merencanakan landbank akan mencapai sekitar 400 ha. Dengan cadangan lahan yang besar, kami akan lebih leluasa untuk terus tumbuh meningkatkan kinerja secara berkelanjutan di masa mendatang," kata Taufik dalam keterangan tertulisnya, Selasa 16 Mei 2017.

Baca: PP Properti Right Issue 5 Miliar Lembar Saham

Taufik mengatakan, lonjakan cadangan lahan pada tahun ini diantaranya dari lahan Aerocity Kertajati dan lahan-lahan di Seturan Yogjakarta, Jatinangor Bandung, Telogomas Malang, dan lain-lain.

Khusus lahan di Aerocity bandara Kertajati, PPRO telah sepakat untuk bekerja sama dengan PT BIJB Aerocity Development (PT BIJB AD), anak perusahaan dari PT Bandarudara Internasional Jawa Barat (PT BIJB), untuk membentuk usaha patungan yang akan mengembangkan kawasan bisnis di kawasan Bandar Udara Kertajati, Jawa Barat.

Perseroan berharap tambahan landbank akan semakin memudahkan ekspansi untuk menopang pertumbuhan kinerja di masa mendatang. Pada tahun lalu, perseroan berhasil membukukan pertumbuhan laba bersih 20 persen menjadi Rp365 miliar dan mencetak marketing sales Rp2,49 triliun yang naik 25 persen secara year-on-year (yoy).

Pada tahun ini, PPRO menargetkan marketing sales tumbuh 20 persen menjadi Rp2,99 triliun. Sementara laba bersih juga ditargetkan meningkat 20 persen menjadi Rp438 miliar.

"PPRO selalu memilih lokasi-lokasi strategis di mana pertumbuhan ekonominya lebih tinggi daripada pertumbuhan ekonomi nasional, potensi daya beli besar, dan dekat dengan universitas-universitas ternama untuk menyasar kelas menengah yang terus tumbuh. Kami akan terus menambah landbank untuk menjadi pengembang nasional yang berdaya saing global," tutup Taufik.


(AHL)