BEI Optimistis Sekuritisasi Aset Percepat Proyek Pemerintah

Dian Ihsan Siregar    •    Senin, 15 May 2017 15:33 WIB
sekuritisasi aset
BEI Optimistis Sekuritisasi Aset Percepat Proyek Pemerintah
lustrasi. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari.

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Bursa Efek Indonesia (BEI)‎ mengaku sekuritisasi aset BUMN yang dijalankan pemerintah merupakan langkah yang tepat dalam mendapatkan dana tambahan pembiayaan. Pasalnya, sekuritisasi aset yang dijalankan akan bisa meraih dana lebih besar bila dibandingkan instrumen lainnya.

"Kalau mau cepat dari situ (sekuritisasi aset). Pak Jokowi benar, kalau tol, ‎infrastruktur, dan powerplant bisa disekuritisasi, bisa besar dan mudah karena sudah ada revenue," ungkap Direktur Utama BEI Tito Sulistio, ditemui di Gedung BEI, SCBD Sudirman, Jakarta, Senin 15 Mei 2017.

Pada saat ini, sudah ada dua perusahaan pelat merah yang akan melakukan sekuritisasi aset di periode Mei atau Juni tahun ini, terdiri dari PT PLN (Persero) dan PT Jasa Marga (Persero) Tbk. Adapun Jasa Marga akan melakukan sekuritisasi aset atas tol Jagorawi.

"Jadi katakan Pak Jokowi bilang ini jalan tol tengah kota, ini Jasa Marga pendapatannya Rp2 miliar sehari, 10 tahun depan jual saja orang yang manage itu perusahaan, nah itu sekuritisasi," ungkap Tito.

Lanjut Tito, dia optimistis sekuritiase aset BUMN bakal memberikan efek yang besar dalam membangun proyek infrastruktur yang cepat. Namun demikian, dia tidak bisa memproyeksi besaran dana yang akan didapat.

"Kayak ginilah, kayak pendapatan dijual di depan, prinsipnya begitu. Itu saya percaya bisa yes, tapi angkanya saya tidak tahu," jelas Tito.

Sekadar informasi, PLN berencana melaukan sekuritisasi aset. Model sekuritisasi aset yang dilakukan PLN demi meraih dana segar sebesar Rp10 triliun bukanlah seperti menjual aset perseroan. Tapi, yang dilakukan perseroan dengan cara menjual hasil dari pembangkit yang ada di Suralaya.

Kepala Satuan Komunikasi Korporat PLN I Made Suprateka mengatakan, hasil dari pembangkit Suralaya itu yang akan dijual demi mendapat dana segar Rp10 triliun. Setidaknya hasil dari 8 unit pembangkit di Suralaya yang akan dijual selama lima tahun.

"Selama lima tahun yang akan diberikan dari hasil pembangkit. Satu tahun sebesar Rp2 triliun. Jadi kalau Rp10 triliun bagi lima tahun hanya Rp2 triliun yang akan dijual. Pendapatannya lah selama lima tahun lari ke sana," ungkap I Made.

Sekuritisasi aset yang dijalankan, kata I Made, akan dijalankan pada tahun ini. Adapun nama penjamin pelaksana emisi (underwriter) untuk menyukseskan sekuritisasi aset ini belum didapatkan.

‎"Tahun ini sih yang harus dipersiapkan. Saya belum tahu percis (underwriter). Belum siapa jelas siapa underwriternya," papar I Made.



(SAW)

Bank Mandiri Tunggu Pelunasan Utang Modern Internasional
Sevel Tutup

Bank Mandiri Tunggu Pelunasan Utang Modern Internasional

5 days Ago

Bangkrutnya usaha 7-Eleven (sevel) ditangan PT Modern Internasional Tbk (MDRN) meninggalkan ban…

BERITA LAINNYA