Indeks Berpotensi Lakukan Teknikal Rebound ke 5.410

Dian Ihsan Siregar    •    Senin, 17 Oct 2016 07:55 WIB
ihsg
Indeks Berpotensi Lakukan Teknikal <i>Rebound</i> ke 5.410
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memiliki peluang untuk melakukan teknikal rebound ke posisi 5.410, setelah mengalami pelemahan di sepanjang minggu kemarin hingga bertengger di level 5.399.

Menurut Analis PT KGI Sekuritas Indonesia Yuganur Wijanarko, walau indeks mengalami koreksi wajar selama satu pekan kemarin, tapi keadaan jenuh beli telah menahan kejatuhan yang lebih lanjut. Kondisi itu diproyeksikan ‎‎memicu kembalinya kaum bullish untuk melakukan aksi bargain hunting pada saham-saham berkapitalisasi besar dan lapis kedua pilihan.

"Sehingga, potensi untuk terjadi perubahan tren jangka pendek ke atas dapat terjadi, dengan misi kembali ke resisten awal di level 5.410," kata Yuganur, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Senin (17/10/2016).

Baca: BEI: Kapitalisasi Pasar Sepekan Tumbuh 0,41%

Sementara itu, ‎‎Kepala Analis PT Asjaya Indosurya Securities William Suryawijaya menambahkan, posisi indeks pada support 5.336 memang sudah tahan uji dan sangat kuat. Pola pergerakan indeks masih berada dalam rentang konsolidasi wajar sebelum mampu menembus level resisten 5.488.

"Laporan kinerja emiten kuartal III-2016 yang sudah mulai bermunculan akan turut memengaruhi pola pergerakan IHSG dalam beberapa waktu mendatang," jelas William, seraya menambahkan bahwa potensi penguatan indeks masih terlihat cukup besar karena hari ini gerak indeks berpotensi menguat.

M‎engamati keadaan tersebut, William merekomendasikan kepada pelaku pasar untuk mencermati beberapa pergerakan saham seperti ‎PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), dan PT Gudang Garam Tbk (GGRM).

Baca: 9.384 Investor Tanam Saham di Bali

Selain itu, perlu pula mencermati pergerakan saham seperti PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF), PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI), dan PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGAS).

 


(ABD)