Pembiayaan Pasar Modal Cocok untuk Biayai Perumahan

Dian Ihsan Siregar    •    Kamis, 13 Oct 2016 16:16 WIB
perumahan
Pembiayaan Pasar Modal Cocok untuk Biayai Perumahan
Perumahan. ANTARA FOTO/M Agung Rajasa.

Metrotvnews.com, Jakarta: Direktur Jenderal (Dirjen) Pembiayaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Maurin Sitorus mengaku pembiayaan dari pasar modal lebih berpotensi untuk membiayai perumahan. Pasalnya, dana pasar modal merupakan pembiayaan yang lebih panjang dari sumber dana perbankan.

"Memang untuk pembiayaan perumahan paling cocok dari pasar modal. Kalau dilihat Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang ditawarkan saat ini tenornya 10-20 tahun. Kreditnya cukup panjang. Sementara perbankan menggunakan dana pihak ketiga yang pendek. Dana yang paling cocok untuk KPR adalah dana dari pasar modal," ucap Maurin, ditemui di ‎Gedung BEI, SCBD Sudirman, Jakarta, Kamis (13/10/2016).

Oleh karena itu, diakui Maurin, perusahaan pengembang bisa memperoleh dana yang digunakan untuk membangun rumah bersubsidi dari pasar modal. Dengan dihimpunnya dana jangka panjang tersebut, maka bisa mendukung pembiayaan program perumahan untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

"Kalau kita bisa mencocokkan dana yang sifatnya jangka panjang, dan penyaluran kredit yang jangka panjang, itu akan nyambung (match)," jelas Maurin.

Pada saat ini, di Direktorat Jendral (Ditjen) Pembiayaan Perumahan memiliki beberapa skema bantuan pembiayaan perumahan, seperti skema KPR Sejahtera Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (KPR Sejahtera FLPP), skema bantuan pembiayaan KPR Sejahtera Subsidi Selisih Bunga (KPR Sejahtera SSB), dan Bantuan Uang Muka (BUM) untuk MBR, khusus untuk pembelian rumah tapak bersubsidi.

Namun tantangan besar, saat ini, ada di penyediaan anggaran yang dimiliki pemerintah. Dana jangka panjang dari pasar modal pun bisa menjawab tantangan pembiayaan perumahan bila dibanding dari perbankan. 

"Mungkin perusahaan pengembangan yang sudah terbuka (Tbk), mudah-mudahan bisa cari dana di pasar modal, sehingga tidak hanya andalkan dari perbankan," tegas Maurin.

Kepala Divisi Sekuritisasi PT Sarana Multigriya Finansial (SMF) Sid Herdi Kusuma menambahkan, bantuan dari pasar modal sangat membantu peningkatan dan pembiayaan pembangunan rumah rakyat. Hal itu dikarenakan, dana dari bank sangat terbatas, dan tidak semua bank di Indonesia yang menyalurkan kredit ke perumah.

"Salah satu alasan adalah jangka waktu kredit untuk perumahan yang cukup panjang tersebut," tukas Sid Herdi Kusuma.




(SAW)