Sentimen Pelemahan USD, Rupiah Naik 1 Poin

Arif Wicaksono    •    Selasa, 14 Nov 2017 16:39 WIB
kurs rupiah
Sentimen Pelemahan USD, Rupiah Naik 1 Poin
Rupiah. MI/Susanto.

Jakarta: Mata uang rupiah naik pada penutupan perdagangan hari ini. Rupiah menguat di tengah adanya pelemahan dari mata uang USD.

Bloomberg, Senin 14 November 2017, tercatat mengalami kenaikan satu poin atau 0,01 persen dengan berada pada Rp13.551 per USD.

Yahoo Finance melansir mata uang rupiah stagnan pada posisi Rp13.550 per USD. Bank Indonesia (BI) merekam mata uang rupiah naik 13 poin dengan berada pada Rp13.542 per USD.

Sebelumnya Analis Senior PT Binaartha Sekuritas Reza Priyambada mengungkapkan nilai tukar rupiah masih akan dibayangi pelemahan sepanjang hari ini.

Reza mengharapkan, tetap waspada terhadap berbagai sentimen yang dapat kembali menahan potensi penguatan rupiah.

"Rupiah diperkirakan akan bergerak di kisaran support Rp13.563 per USD, sedangkan posisi resisten akan berada di Rp13.520 per USD," ujar Reza.

Reza mengatakan, ‎di tengah pelemahan USD, gerak rupiah kembali dibayangi, dan akhirnya menguat tipis di zona hijau. Hal itu karena mulai menguatnya USD setelah mampu melewati GBP yang terdepresiasi dan adanya imbas dari meningkatnya imbal hasil obligasi AS.

"Pergerakan GBP melemah setelah adanya mosi tidak percaya dari parlemen terhadap PM Theresia May," ungkap Reza.

Selain itu, adanya berita Pemerintah Republik Indonesia dan Jepang yang menandatangani Pertukaran Nota untuk pendanaan dua proyek di Indonesia melalui bantuan pinjaman dari Jepang sebesar 127,215 miliar yen atau sekitar Rp15,2 triliun tidak memberikan dampak yang besar bagi rupiah.

"Diperkirakan Bappenas pertumbuhan ekonomi sepanjang 2017 akan mencapai 5,1 persen atau di bawah target dalam APBN-P 2017 sebesar 5,2 persen," pungkas Reza.


(SAW)

Pemerintah Masih Godok Pembentukan <i>Holding</i> BUMN Jasa Keuangan

Pemerintah Masih Godok Pembentukan Holding BUMN Jasa Keuangan

4 hours Ago

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) masih menggodok pembentukan holding BUMN di sektor …

BERITA LAINNYA