2017, Nilai Investasi Investor Domestik Capai Rp340 Triliun

Dian Ihsan Siregar    •    Jumat, 29 Dec 2017 16:35 WIB
ihsgbeipasar modalksei
2017, Nilai Investasi Investor Domestik Capai Rp340 Triliun
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Rosa Panggabean)

Jakarta: PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat 2017 merupakan tahun yang mencerminkan keceriaan, kebahagiaan, dan kebanggaan dari para pelaku pasar modal. Hal itu tercermin dari nilai investasi investor domestik yang telah mencapai Rp340 triliun di sepanjang tahun ini.

"Lalu ‎ada peningkatan jumlah investor sebesar 44 persen dalam dua tahun terakhir menjadi 1,12 juta investor," kata Direktur Utama BEI Tito Sulistio, di Gedung BEI, SCBD Sudirman, Jakarta, Jumat, 29 Desember 2017.

Selain itu, kata Tito, sepanjang 2017 ada 37 perusahaan yang telah melakukan pencatatan perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) yang merupakan tertinggi di BEI dalam beberapa tahun terakhir, serta yang terbanyak di antara negara-negara di kawasan Asia Tenggara.

Investor asing, lanjutnya, juga masih menetapkan investasinya di Indonesia di mana investor asing merealisasikan 15 persen dari total kenaikan investasinya sebesar Rp261 triliun. BEI merangkum sedikitnya terdapat 21 pencapaian dalam dua tahun terakhir ini yang merupakan cerminan dari kedewasaan serta refleksi dari jumlah daun di logo Yuk Nabung Saham.

Selain itu, Tito menambahkan, ‎pencapaian di 2017 diikuti oleh peningkatan literasi pasar modal yang berdasarkan survei AC Nielsen meningkat dari 4,3 persen di 2016, menjadi 15 persen di 2017. Peningkatan ini salah satunya dihasilkan dari Kampanye Yuk Nabung Saham yang terus BEI tingkatkan sejak 2015.

Aktivitas perdagangan di BEI, masih kata Tito, juga meningkat yang tercermin dari kenaikan frekuensi perdagangan yang tumbuh hampir 20 persen dan menjadikan likuiditas perdagangan saham BEI lebih likuid di antara bursa-bursa lainnya di kawasan regional Asia.

Pada saat yang sama, tambah Tito, jumlah dana yang berhasil dihimpun mencapai nilai tertinggi sepanjang sejarah, yakni mencapai lebih dari Rp802 triliun, yang berasal dari IPO, penerbitan penambahan saham baru (rights issue), konversi waran, sekuritisasi aset dan penerbitan obligasi pemerintah, BUMN maupun swasta.

"Seluruh pencapaian tersebut tidak lepas dari kerja keras, dan sinergi dari seluruh pelaku industri pasar modal Indonesia, serta dukungan dari berbagai kebijakan strategis yang telah diluncurkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Pemerintah Republik Indonesia (RI)," pungkas Tito.


(ABD)


Perpres DNI Rampung Pekan Depan

Perpres DNI Rampung Pekan Depan

1 week Ago

Pemerintah mempercepat penyelesaian rancangan per-aturan presiden (Perpres) mengenai Daftar Neg…

BERITA LAINNYA