Global dan Domestik Nantikan Data Penting

Angga Bratadharma    •    Kamis, 09 Nov 2017 09:21 WIB
ihsg
Global dan Domestik Nantikan Data Penting
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

Metrotvnews.com, Jakarta: Indeks Amerika Serikat (AS) semalam ditutup mengalami kenaikan di tengah penurunan saham perbankan. Selain data initial dan continuing claims yang tengah dinanti pelaku pasar, investor juga menantikan data inflasi, manufaktur dan penjualan retail yang akan terbit sepanjang tujuh hari ke depan.

"Dari pasar Eropa kemarin ditutup bervariasi di tengah bervarianya laporan kinerja keuangan emiten di wilayah tersebut," sebut Samuel Research Team, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Kamis 9 November 2017.

Dari Asia Pasifik, beberapa pasar yang telah membuka perdagangannya bergerak naik. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin tercatat turun. Pelaku pasar domestik tengah menantikan data BoP, penjualan 2W dan 4W serta laporan ekspor impor yang akan menjustifikasi sejauh mana ekonomi Indonesia berkinerja hingga Oktober 2017.

"Nilai tukar rupiah dilaporkan melemah tipis ke Rp13.518, sementara pasar EIDO tercatat naik," ungkap Samuel Research Team.

Di sisi lain, indeks Dow Jones Industrial Average naik 6,13 poin atau 0,03 persen menjadi 23.563,36. Kemudian S&P 500 menambahkan 3,74 poin atau 0,14 persen menjadi 2.594,38. Indeks Nasdaq Composite naik 21,34 poin atau 0,32 persen menjadi 6.789,12.

Setelah selongsong penutupan Selasa, Snap Inc. mengumumkan hasil keuangan untuk kuartal ketiga 2017. Perusahaan media sosial tersebut melaporkan kerugian bersih kuartal ketiga sebesar USD443 juta atau kerugian sebesar 36 sen per saham, dibandingkan dengan kerugian USD124,2 juta, atau 15 sen per saham, di periode tahun lalu.

Setelah merilis hasil kuartalan yang lemah, saham Snap merosot 14,62 persen menjadi USD12,91 pada Rabu. Saham LendingClub Corporation anjlok sekitar 15,93 persen menjadi 4,59 dolar masing-masing setelah perusahaan peminjam peer-to-peer membukukan pendapatan kuartalan lebih buruk dari perkiraan dan menawarkan perkiraan kuartal keempat yang mengecewakan.


(ABD)