Lepas 15% Saham, Tugu Pratama Incar Dana Rp1 Triliun

   •    Kamis, 12 Apr 2018 12:36 WIB
tugu pratama
Lepas 15% Saham, Tugu Pratama Incar Dana Rp1 Triliun
Ilustrasi. (Foto: Antara/Fiqih Arfani).

Jakarta: PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia (ATPI) siap melepas 15 persen saham di pasar modal.

Dengan harga perdana Rp3.850 hingga Rp5.000 per lembar saham, anak usaha Pertamina itu mengincar dana Rp1,09 triliun hingga Rp1,4 triliun dari pelepasan 282.352.941 lembar saham perseroan.

Perusahaan berencana menggunakan 75 persen dana tersebut untuk belanja modal. Sisanya disuntikkan ke entitas usaha, PT Tugu Reasuransi Indonesia.

"Kita akan melakukan IPO, yang jelas kebutuhan ini dalam rangka pengembangan bisnis ke depan," kata Presiden Direktur Asuransi Tugu Pratama Indonesia Indra Baruna seusai public expose di Jakarta, Rabu, 11 April 2018.

ATPI saat ini memiliki nilai bisnis sejumlah 30% yang terkait dengan Pertamina, sedangkan 70 persen adalah bisnis di luar Pertamina. "Ini menunjukkan potensi untuk mengembangkan bisnis terkait Pertamina sebagai induk kami masih besar," tambahnya.

ATPI menunjuk PT Danareksa Sekuritas dan PT Mandiri Sekuritas sebagai joint lead underwriter. Bookbuilding sudah mulai dibuka hingga 23 April 2018.

Diharapkan, pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) keluar pada 4 Mei 2018 sehingga ATPI bisa mencatatkan saham pada 15 Mei 2018.

Saat ini pemegang saham utama ATPI ialah Pertamina (65 persen), diikuti PT Sakti Laksana Prima (17,6 persen), Siti Taksiyah (12,5 persen), dan Mohamad Satya Permadi. Setelah IPO kepemilikan Pertamina terdelusi menjadi 55,25 persen, PT Sakti Laksana Prima 14,96 persen, Siti Taksiyah 10,33 persen, dan Mohamad Satya Permadi 4,46 persen.

Sepanjang 2017, ATPI membukukan pendapatan premi neto konsolidasi sebesar USD165,43 juta, naik 282 persen daripada tahun sebelumnya sebesar USD43 juta. "Kenaikan pendapatan premi neto ini karena kebijakan peningkatan retensi secara selektif pada account yang memiliki risiko relatif baik yang dilakukan perseroan," jelas Direktur Keuangan & Jasa Korporat M Syahid. (Media Indonesia)
(AHL)


Kepailitan Sariwangi Tidak Memengaruhi Industri Makanan

Kepailitan Sariwangi Tidak Memengaruhi Industri Makanan

3 days Ago

Kepailitan Sariwangi AEA dan anak usahanya yaitu PT Maskapai Perkebunan Indorub Sumber Wadung (…

BERITA LAINNYA