Perdagangan Saham Royal Prima Naik 47% Usai IPO

Kautsar Widya Prabowo    •    Selasa, 15 May 2018 10:29 WIB
emitenbeipasar modalipo
Perdagangan Saham Royal Prima Naik 47% Usai IPO
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Rosa Panggabean)

Jakarta: PT Royal Prima Tbk resmi melantai atau melakukan Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada pagi ini. Perusahaan yang menggunakan kode PRIM usai resmi menjadi emiten ini merupakan perusahaan ke-578 dan emiten ke-13 yang melakukan penawaran saham perdana.

Usai pembukaan, perdagangan saham Prima naik sebanyak 47 persen dari harga awal Rp500 menjadi sebesar Rp735. Selain itu, volume perdagangan tercatat sebanyak 18.760 dengan frekuensi perdagangan sebanyak 140 kali dengan nilai transaksi mencapai sebesar Rp1,38 miliar.

Direktur Royal Prima Mok Siu Pen menjelaskan, usai IPO, saham Royal Prima mengalami kelebihan permintaan sebanyak 42 kali. Melalui aksi korporasi tersebut, Royal Prima memperoleh dana sebesar Rp975 miliar. Adapun PT Danatama Makmur Sekuritas diberikan kepercayaan selaku penjamin emisi efek pada IPO tersebut.

"Kami percaya bahwa investor melihat itu semua (potensi investasi) dalam pertimbangan investasinya," ujar Mok Siu Pen, di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa, 15 Mei 2018.

Jika dirinci, tambahnya, total dana sebesar Rp975 miliar terdiri dari sekitar Rp600 miliar berasal dari IPO dan sisanya sebesar Rp375 miliar berasal dari penerbitan waran. Adapun sebanyak 40 persen dana IPO akan digunakan untuk membiayai akuisisi rumah sakit baru yang berlokasi di Medan, Pekanbaru, Jambi, Tangerang, Bekasi, Cikarang, dan Jakarta.

"Tahun ini kami menargetkan akan mengakuisisi empat rumah sakit," tukasnya.

Lebih lanjut, sebanyak 20 persen digunakan untuk pembelian peralatan medis. Sebanyak 20 persen lainnya untuk pembelian tanah, dan sisanya 20 persen untuk ekspansi rumah sakit yang telah ada. Sedangkan pada periode Januari–Desember 2017, PRIM mencatat pendapatan Rp177 miliar dan laba sekitar Rp20 miliar.

"Tahun ini kami menargetkan pendapatan naik menjadi Rp445 miliar dan laba tumbuh jadi Rp29 miliar," pungkasnya

 


(ABD)