Darma Henwa Siap Perbaiki Tingkat Harga Saham

Dian Ihsan Siregar    •    Rabu, 30 Nov 2016 14:44 WIB
darma henwa
Darma Henwa Siap Perbaiki Tingkat Harga Saham
Manajemen Darma Henwa saat paparan publik. (FOTO: MTVN/Dian Ihsan Siregar)

Metrotvnews.com, Jakarta: Emiten di sektor batu bara, PT Darma Henwa Tbk (DEWA) berusaha memperbaiki fundamental kinerja keuangan perseroan. Hal itu demi mendorong tingkat saham perusahaan yang saat ini berada di posisi Rp50 per saham.

‎Direktur Utama Darma Henwa Wachjudi Martono‎ menegaskan bahwa perseroan memiliki komitmen untuk mengikuti paraturan dari Bursa Efek Indonesia (BEI) yang berencana melepas ‎batasan bawah harga saham di pasar.

"Kami mematuhi peraturan. Saya tidak menaikkan harga saham tetapi kami lebih mempersiapkan fundamental perusahaan lebih baik," tegas Wachjudi, ‎ditemui acara paparan publik perseroan, ‎di Gedung BEI, SCBD Sudirman, Jakarta, Rabu (30/11/2016).

‎Menurutnya ketika fundamental perusahaan sudah kuat maka harga saham akan terus tumbuh. Paling tidak merangkak secara perlahan-lahan. "Saya bukan tidak perhatian kepada pasar, tapi pasar akan ditentukan oleh fundamental perusahaan," ungkap Wachjudi.

BEI berencana mencabut batasan harga saham, di mana posisi harga terendah saat ini yang ditransaksikan di bursa sebesar Rp50 per saham. Direktur Pengawasan dan Kepatuhan BEI Hamdi Hasyarbaini menegaskan bursa saat ini sedang mengkaji pencabutan batasan saham harga terendah. "Ini lagi dikaji," ungkap Hamdi.

Adanya batasan pencabutan batasan saham, tambah Hamdi, membuat tingkat harga saham di level rendah bisa ditransaksikan di bursa, termasuk apabila telah menyentuh posisi Rp0 per saham. "Kalau harganya Rp0, ya harga Rp0 per saham," tutur Hamdi.

Berdasarkan ketentuan yang ada, intervensi terhadap pasar modal tidak boleh dilakukan. Hamdi menyebutkan, pembatasan harga di posisi Rp50 per saham merupakan salah satu bentuk intervensi otoritas terhadap pasar.

"Pada dasarnya pasar tidak boleh intervensi, Rp50 itu sedikit intervensi juga. Harga tergantung penawaran dan permintaan," pungkas Hamdi.

 


(ABD)