Rupiah Berpeluang Alami Penguatan

Angga Bratadharma    •    Rabu, 12 Jul 2017 08:15 WIB
kurs rupiah
Rupiah Berpeluang Alami Penguatan
Ilustrasi (MI/ANGGA YUNIAR)

Metrotvnews.com, Jakarta: Pergerakan nilai tukar rupiah mengalami normalisasi dan isu defisit mengancam. Kemarin, gerak nilai tukar rupiah melanjutkan normalisasinya setelah koreksi tajam minggu lalu dengan dukungan penguatan Surat Utang Negara (SUN). Ada harapan agar nilai tukar rupiah bisa terus menguat.

Analis Samuel Sekuritas Rangga Cipta mengatakan, kekhawatiran terhadap dampak buruk pelebaran defisit masih ada sehingga diperkirakan penguatan rupiah tidak dalam. Consumer confidence index yang turun akan menambah sentimen negatif yang ada.

"Rupiah berpeluang mengalami penguatan dengan koreksi dolar index semalam," kata Rangga, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Rabu 12 Juli 2017.

Sementara itu, politik di Amerika Serikat (AS) memanas dan dolar Amerika Serikat (USD) tertekan. Setelah sempat menguat merespons baiknya data tenaga kerja AS, dolar index bersama dengan imbal hasil UST tertekan menyusul munculnya spekulasi keterlibatan Donald Trump Jr dalam kampanye hitam yang menyudutkan Clinton pada Pilpres yang lalu.  

"Data jumlah lowongan pekerjaan AS yang buruk juga turut menekan dolar index," kata Rangga.

Di sisi lain, dari domestik, di perdagangan Selasa kemarin, penurunan imbal hasil SUN terlihat semakin merata terutama di tenor pendek dan menengah. Normalisasi imbal hasil SUN usai kenaikan tajam sejalan dengan penguatan rupiah walaupun keduanya masih bergerak di rentang yang tipis.

Serapan lelang SUN kemarin yang terlihat masih cukup solid menunjukkan kekuatan faktor permintaan yang tidak sepenuhnya hilang. Akan tetapi, ketakutan konsekuensi pelebaran defisit adalah kekuatan faktor permintaan jika ada tambahan pasokan SUN sekitar Rp70 triliun-Rp80 triliun.

 


(ABD)

Pemerintah Masih Godok Pembentukan <i>Holding</i> BUMN Jasa Keuangan

Pemerintah Masih Godok Pembentukan Holding BUMN Jasa Keuangan

3 hours Ago

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) masih menggodok pembentukan holding BUMN di sektor …

BERITA LAINNYA