Rupiah Berpeluang Bertahan di Jalur Penguatan

Angga Bratadharma    •    Jumat, 16 Jun 2017 09:15 WIB
kurs rupiah
Rupiah Berpeluang Bertahan di Jalur Penguatan
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Zabur Karuru)

Metrotvnews.com, Jakarta: Gerak nilai tukar rupiah relatif stabil dan surplus dagang terpangkas. Nilai tukar rupiah relatif stabil dengan kecenderungan mengalami penguatan walaupun dolar Amerika Serikat (USD) terlihat menguat di pasar Asia pada perdagangan Kamis.

Analis Samuel Sekuritas Rangga Cipta mengatakan, surplus dagang yang menipis cukup drastis juga tidak mendorong pelemahan rupiah yang berlebihan karena di sisi lain impor yang naik justru mengangkat optimisme terhadap perbaikan permintaan domestik.

"Imbal hasil Surat Utang Negara (SUN) juga masih turun tak lama setelah Fed Fund Rate (FFR) target naik, pertanda aliran dana asing yang masih masuk ke pasar obligasi Indonesia," ungkap Rangga, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Jumat 16 Juni 2017.

Adapun BI RR rate yang ditahan di 4,75 persen memberikan pertanda BI yang masih nyaman dengan situasi ekonomi saat ini walaupun tekanan inflasi mulai naik dan the Fed semakin mengetatkan kebijakan moneternya.

"Rupiah berpeluang bertahan di jalur penguatannya," tegas Rangga.

Di sisi lain, harga minyak dunia terus mengalami tekanan dan dolar index mulai kuat. Setelah sempat terpuruk, dolar index mulai bangkit. Tetapi itu lebih dipicu pelemahan tajam yen menjelang BoJ meeting yang akan disimpulkan siang nanti di mana data Jepang yang belum begitu baik mengangkat ekspektasi BoJ yang akan lebih dovish.

"Harga minyak yang terus terpuruk akibat konflik di Timur Tengah juga menjaga USD untuk tetap kuat," pungkas Rangga.


(ABD)