Sevel Tutup, Modern Internasional Pikul Kerugian Rp447,9 Miliar

Dian Ihsan Siregar    •    Kamis, 06 Jul 2017 15:34 WIB
7-eleven
Sevel Tutup, Modern Internasional Pikul Kerugian Rp447,9 Miliar
Gerai Sevel yang sudah tutup. (FOTO: MI/Ramdani)

Metrotvnews.com, Jakarta: Bisnis 7-Eleven (Sevel) di bawah anak usaha PT Modern Internasional Tbk (MDRN), PT Modern Sevel Indonesia sudah tamat. Jatuhnya bisnis Sevel memberikan luka mendalam bagi manajemen MDRN yang memikul peningkatan kerugian.

Mengutip laporan keuangan Modern Internasional (unaudit), Kamis 3 Juli 2017‎,‎ kinerja perseroan mencatat kerugian sebesar Rp447,9 miliar di kuartal I-2017. Angka itu bisa diartikan, jika bisnis yang dijalankan manajemen sangat jatuh, karena pada periode yang sama tahun lalu, perseroan hanya memikul kerugian sebesar Rp21,3 miliar.

‎Hadirnya Sevel di negeri ini tidak sebentar, yakni sudah eksis selama sembilan tahun, sejak 2008 hingga 30 Juni 2017. Tidak adanya bisnis Sevel, membuat MDRN kehilangan pendapatan sebanyak 70 persen dari keseluruhan total yang diperoleh setiap tahunnya.

Bukan hanya kerugian yang dipikul, perseroan juga mendapatkan pukulan keras melihat dari total liabilitas (utang-utang yang harus dilunasi) ‎yang naik menjadi Rp1,38 triliun, dari porsi Rp1,34 triliun di tiga bulan pertama di 2016.




Naiknya liabilitas terjadi pada porsi liabilitas jangka pendek, yang naik dari Rp1,03 triliun menjadi Rp1,07 triliun. Sedangkan total liabilitas jangka panjang mencapai Rp305,01 miliar.

‎Guncangan juga dirasakan pada aset perseroan yang turun menjadi Rp1,57 triliun pada kuartal I 2017, padahal pada periode yang sama tahun sebelumnya aset perusahaan masih mencapai Rp1,98 triliun. Tingkat aset itu, terdiri dari aset lancar sebesar Rp335,6 miliar, sedangkan aset tidak lancar sebesar Rp1,23 triliun.

Kenaikan jumlah utang dan kerugian, membuat MDRN harus menjaminkan semua yang dimilikinya ke beberapa bank atas pinjaman jangka panjang dan pendek yang pernah didapatinya selama berbinis.

Setidaknya MDRN memiliki tanah dan bangunan yang nilainya mencapai‎ Rp864,39 miliar. Harta itu lah yang akan dijaminkan ke bank ‎PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), PT Bank Permata Tbk (BNLI), Standard Chartered Bank Singapore, dan PT Bank CIMB Niaga Tb (BNGA).

Tak hanya itu, semua mesin, alat perlengkapan, peralatan dan akta fidusia juga akan dijaminkan ke beberapa bank yang menjadi pemberi kredit perseroan. Langkah itu dilakukan juga sebagai jaminan atas pinjaman‎ jangka panjang dan pendek.


(AHL)