Lepas Saham, Totalindo Eka Perkasa Jadi Emiten ke-11 di 2017

Dian Ihsan Siregar    •    Jumat, 16 Jun 2017 08:27 WIB
totalindo eka persada
Lepas Saham, Totalindo Eka Perkasa Jadi Emiten ke-11 di 2017
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Totalindo Eka Perkasa akan menjalankan proses pelepasan saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) ‎di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, pada pagi ini. Dengan demikian perseroan resmi menjadi emiten kesebelas di 2017, atau ke-546 yang sudah listing di bursa.

Langkah IPO perseroan di pasar modal dengan melepas saham sebanyak-banyaknya 1,66 miliar saham.‎ N‎ilai nominal saham yang dipatok dengan harga Rp100 per saham, sedangkan harga ‎penawaran resmi IPO yang dilepas ke publik sebesar Rp310 per saham.

Proses IPO perseroan direalisasikan di Gedung BEI, Jakarta, Jumat 16 Juni 2017, bertepatan dengan pembukaan perdagangan saham di pasar modal Indonesia.

Perusahaan dengan kode emiten TOPS ini akan meraup dana segar Rp516,46 miliar‎ dari proses hajatan IPO tersebut. Perusahaan sudah menunjuk PT Bahana Sekuritas, PT CLSA Sekuritas Indonesia, dan PT Indo Premier Sekuritas Indonesia selaku penjamin pelaksana emisi efek (lead underwriter)

Catatan Metrotvnews.com, dana segar dari hasil IPO, ‎sekitar 35 persen untuk membayar sebagian utang berdasarkan fasilitas pinjaman yang diperoleh dari kreditur PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN), PT Bank Panin Dubai Syariah Tbk (PNBS), PT Bank BNI Syariah, dan PT Bank Muamalat Indonesia.

Sekitar 60 persen akan digunakan un‎tuk memenuhi kebutuhan modal kerja perseroan guna mendukung operasi perseroan yang terkait beban pokok penjualan, beban umum dan administrasi, serta beban bunga pinjaman. Sisanya lima persen untuk pengembangan bisnis perseroan di sektor konstruksi, melalui pembelian mesin dan alat berat.
 ‎
Sebelum penawaran umum perdana, saham PT Totalindo Eka Persada dimiliki oleh PT Totalindo Investama Persada sebesar 97,86 persen, Donald Sihombing sebesar 2,11 persen, dan Sabang Merauke Sihombing sebesar 0,03 persen.
(ABD)