Genjot Pendanaan LRT, ADHI Bakal IPO Anak Usahanya Tahun Depan

Husen Miftahudin    •    Jumat, 16 Jun 2017 17:54 WIB
adhi karyaproyek lrt
Genjot Pendanaan LRT, ADHI Bakal IPO Anak Usahanya Tahun Depan
Ilustrasi proyek LRT. (FOTO: MI/Dwi Apriani)

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) berencana menawarkan saham perdana (initial public offering/IPO) salah satu anak usahanya yakni PT Adhi Persada Gedung (APG). IPO APG bakal dilakukan pada kuartal I-2018.

Direktur Keuangan ADHI Harris Gunawan, mengaku proses IPO APG molor dari target awal pada September 2017. Hal tersebut lantaran ADHI awalnya ingin melepas anak usahanya yang lain, PT Adhi Persada Properti (APP).

"Pertumbuhan APP masih lambat, jadi kegiatan di APP kita besarkan dulu. Diharapkan pada 2019 APP sudah stable, baru kita IPO," kata Harris dalam keterangannya, Jakarta, Jumat 16 Juni 2017.

Dia menuturkan, keputusan perseroan untuk melepas APG didasari alasan bahwa saat itu pihaknya belum mendapat kepastian mengenai pendanaan untuk proyek Light Rail Transit (LRT). Sehingga, harus ada aksi korporasi untuk menambah ekuitas.

Oleh sebab itu, ADHI pun memutuskan untuk melepas salah satu anaknya ke bursa saham. Dia menilai, APG dari sisi bisnis sangat layak untuk dilepas dan sangat menjanjikan. Target perolehan dana dari IPO tersebut adalah Rp1,5 triliun hingga Rp2 triliun.

"ADHI enggak mungkin right issue lagi karena pemerintah tidak mungkin inject lewat PMN lagi, sehingga harus tambah ekuitas. Pilihannya adalah IPO APG. APG sangat layak dan dari sisi bisnis sangat menjanjikan," papar dia.

Sementara itu, ADHI juga berencana membentuk satu anak usaha baru di sektor properti. Anak usaha tersebut akan fokus di sektor pembangunan properti yang ada di sekitaran proyek LRT.




Harris menyebut bahwa anak usaha baru itu adalah Transit Oriented Development (TOD). Awalnya, TOD merupakan salah satu departemen yang ada di ADHI. Namun kini akan dilepas menjadi anak usaha baru pada September 2017.

"TOD tahun ini kita akan spin off. TOD jadi bagian unit bisnis kita, nanti perkiraan September kita sudah lakukan spin off. Kita akan bentuk usaha baru di bidang properti," jelas dia.

Unit usaha baru tersebut akan didedikasikan khusus untuk pembangunan properti yang ada di setiap railway. Dipastikan, anak usaha ini tidak akan bertabrakan dengan anak usaha perseroan yang lain yakni PT Adhi Persada Properti (APP).

"Beda dengan APP, dia menjual properti di seluruh Indonesia, di lokasi manapun. Kalau TOD properti yang mau kita bangun dedicated di sekitaran station pengembangan LRT baik di Jakarta atau daerah lain," tutup Harris.


(AHL)

YLKI Sebut Masyarakat Harusnya Diberikan Insentif
Biaya Isi Ulang Uang Elektronik Diatur

YLKI Sebut Masyarakat Harusnya Diberikan Insentif

57 minutes Ago

Seharusnya Bank Indonesia (BI) memberikan insentif bagi masyarakat karena sudah membantu menjal…

BERITA LAINNYA