Rupiah Perdagangan Pagi Menguat di Rp13.292/USD

Angga Bratadharma    •    Rabu, 17 May 2017 09:05 WIB
kurs rupiah
Rupiah Perdagangan Pagi Menguat di Rp13.292/USD
Ilustrasi (MI/PANCA SYURKANI)

Metrotvnews.com, Jakarta: Gerak nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan Rabu pagi terpantau menguat dibandingkan dengan perdagangan sore di hari sebelumnya di Rp13.300 per USD. Adapun hari ini, nilai tukar rupiah diperkirakan mampu bergerak terus menguat.

Mengutip Bloomberg, Rabu 17 Mei 2017, nilai tukar rupiah pada perdagangan pagi dibuka di posisi Rp13.292 per USD. Day range nilai tukar rupiah berada di kisaran Rp13.292 per USD hingga Rp13.310 per USD dengan year to date return di minus 1,28 persen. Sedangkan menurut Yahoo Finance, nilai tukar rupiah berada di posisi Rp13.303 per USD.

Sementara itu, Analis Samuel Sekuritas Rangga Cipta mengatakan, walaupun surplus neraca perdagangan April 2017 menipis akibat koreksi harga komoditas yang Indonesia ekspor, namun lemahnya USD di pasar global serta kembali masuknya aliran dana asing ke SUN memberikan pasokan likuiditas USD yang cukup untuk mendorong apresiasi rupiah.

"Ruang penguatan nilai tukar rupiah masih terbuka," kata Rangga, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta.

Di sisi lain, USD lanjutkan pelemahan dan harga minyak dunia semakin pulih. Sentimen pelemahan USD berlanjut hingga dini hari tadi. Walaupun belum ada rilis data ekonomi AS terbaru, saat ini ekspektasi kenaikan FFR target perlahan terkoreksi.

"Kenaikan harga minyak mentah yang dipicu komitmen Arab Saudi dan Rusia untuk melanjutkan pembatasan produksi turut serta mendorong pelemahan USD. Fokus saat ini tertuju pada data perumahan serta capacity utilization AS yang akan rilis malam nanti –semuanya diperkirakan membaik," pungkas Rangga.

 


(ABD)

Bank Mandiri Tunggu Pelunasan Utang Modern Internasional
Sevel Tutup

Bank Mandiri Tunggu Pelunasan Utang Modern Internasional

4 days Ago

Bangkrutnya usaha 7-Eleven (sevel) ditangan PT Modern Internasional Tbk (MDRN) meninggalkan ban…

BERITA LAINNYA