Rupiah Sore Melemah Tipis Usai BoJ Pertahankan Suku Bunga Negatif

Angga Bratadharma    •    Rabu, 21 Sep 2016 16:17 WIB
kurs rupiah
Rupiah Sore Melemah Tipis Usai BoJ Pertahankan Suku Bunga Negatif
Ilustrasi (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)

Metrotvnews.com, Jakarta: Gerak nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada penutupan perdagagan sore ini terpantau melemah tipis dibandingkan dengan pembukaan perdagangan pada pagi tadi di Rp13.135 per USD. Namun demikian, nilai tukar rupiah mampu bertahan di level Rp13.100 per USD.

Mengutip Bloomberg, Rabu 21 September, nilai tukar rupiah pada perdagangan sore berada di posisi Rp13.137 per USD melemah sebanyak delapan poin atau setara 0,06 persen. Day range nilai tukar rupiah berada di kisaran Rp13.122 per USD sampai Rp13.178 per USD dengan year to date return di minus 4,49 persen.

Sementara itu, niai tukar rupiah menurut Yahoo Finance berada di posisi Rp13.136 per USD. Level terendah nilai tukar rupiah di posisi Rp13.114 per USD dan level tertinggi nilai tukar rupiah di posisi Rp13.163 per USD. Sedangkan menurut Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), nilai tukar rupiah berada di posisi Rp13.148 per USD.

Sementara itu, menurut ‎K‎epala ‎Analis PT NH Korindo Securites Indonesia Reza Priyambada‎, gerak nilai tukar rupiah cenderung menguat pada perdagangan kemarin. Hal itu dipicu oleh munculnya rasa pesimisme pasar terhadap potensi kenaikan suku bunga AS, sehingga menjadi faktor penguatan nilai tukar rupiah.

Sementara itu, masih kata Reza, dari sisi domestik, peningkatan yang terus terjadi terhadap penyerapan dana amnesti pajak turut berkontribusi terhadap penguatan nilai tukar rupiah‎. "Hari ini rupiah akan bergerak di kisaran Rp13.165 per USD dan Rp13.125 per USD," jelas Reza, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta.

Jelang pertemuan the Fed, tambah Reza, terlihat mata uang dunia cenderung bergerak variatif dengan kisaran tipis terhadap USD. Keadaan tersebut menggambarkan keadaan pelaku pasar yang cenderung wait and see hingga keputusan tersebut keluar.

Dalam hal ini, pelaku pasar memperkirakan the Fed belum akan menaikkan suku bunga Amerika Serikat (AS) di bulan ini seiring masih belum kuatnya data-data ekonomi AS. Termasuk nilai tukar rupiah yang berfluktuasi di kisaran sempit menjelang pertemuan FOMC.

"Dari dalam negeri, investor juga sedang menanti arah kebijakan Bank Indonesia (B). BI akan mengadakan Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 21-22 September 2016," pungkas Reza.


(ABD)

Pascareshuffle Mau Apa? (4)

Pascareshuffle Mau Apa? (4)

1 month Ago

Republik Sentilan Sentilun malam ini bertema "Pascareshuffle Mau Apa?" menghadirkan A…

BERITA LAINNYA