Rupiah Pagi di Akhir Pekan Melesat ke Rp14.801/USD

Angga Bratadharma    •    Jumat, 14 Sep 2018 08:44 WIB
kurs rupiah
Rupiah Pagi di Akhir Pekan Melesat ke Rp14.801/USD
Ilustrasi (MI/SUSANTO)

Jakarta: Gerak nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan Jumat pagi atau di akhir pekan terlihat terus menguat dibandingkan dengan perdagangan sore di hari sebelumnya di posisi Rp14.840 per USD. Sikap AS yang berencana membahas perdagangan dengan Tiongkok memberikan efek tertekannya USD.

Mengutip Bloomberg, Jumat, 14 September 2018, nilai tukar rupiah pada perdagangan pagi dibuka melonjak ke Rp14.801 per USD. Day range nilai tukar rupiah berada di kisaran Rp14.801 hingga Rp14.815 per USD dengan year to date di 9,30 persen. Sedangkan menurut Yahoo Finance, nilai tukar rupiah berada di posisi Rp14.619 per USD.

Sementara itu, indeks USD yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya turun 0,30 persen menjadi 94,5207 pada akhir perdagangan. Pada akhir perdagangan New York, euro meningkat menjadi USD1,1692 dari USD1,1631 pada sesi sebelumnya, pound Inggris naik menjadi USD1,3111 dari USD1,3055 pada sesi sebelumnya.

Sedangkan dolar Australia naik menjadi USD0,7195 dari USD0,7177. USD dibeli 111,88 yen Jepang, lebih tinggi dari 111,23 yen Jepang pada sesi sebelumnya. USD turun menjadi 0,9659 franc Swiss dari 0,9700 franc Swiss, dan naik menjadi 1,2990 dolar Kanada dari 1.2987 dolar Kanada.



Di sisi lain, indeks Dow Jones Industrial Average meningkat 147,07 poin atau 0,57 persen menjadi berakhir di 26.145,99 poin. Indeks S&P 500 naik 15,26 poin atau 0,53 persen menjadi ditutup di 2.904,18 poin. Indeks Komposit Nasdaq bertambah 59,48 poin atau 0,75 persen menjadi berakhir di 8.013,71 poin.

Kenaikan indeks Dow dipimpin oleh reli saham Apple. Saham pembuat iPhone ini naik lebih dari 2,4 persen pada penutupan. IBM juga termasuk pencetak keuntungan dalam indeks. Saham raksasa teknologi tersebut diperdagangkan 1,62 persen lebih tinggi. Sebaliknya, McDonald`s dan Home Depot termasuk di antara saham-saham yang melemah.

Sembilan dari 11 sektor utama S&P 500 ditutup lebih tinggi, dengan saham-saham sektor teknologi dan kesehatan memimpin kenaikan. Produsen-produsen cip terkemuka AS adalah salah satu yang berkinerja terbaik di sektor teknologi, yang mendukung teknologi Nasdaq lebih tinggi.

 


(ABD)