AEI Minta Keringanan BEI 'Beri Tato' ke Emiten

Annisa ayu artanti    •    Kamis, 13 Dec 2018 13:27 WIB
emitenAsosiasi Emiten Indonesia
AEI Minta Keringanan BEI 'Beri Tato' ke Emiten
Ketua AEI Franciscus Welirang. (FOTO: Medcom.id/Annisa Ayu)

Jakarta: Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) meminta Bursa Efek Indonesia (BEI) tetap memberi keringanan dalam menerapkan I-Suite, pemberian kode kepada emiten bermasalah.

Ketua AEI Franciscus Welirang mengatakan demikian lantaran banyak emiten baru yang belum terbiasa dengan aturan di pasar modal. Ia pun meminta BEI untuk sementara waktu memberikan keringanan kepada perusahaan-perusahaan tersebut.

"Ada tingkatan emiten yang secara kelengkapan administrasi sudah baik atau ada yang mungkin masih baru. Kan ada tatanan. Jadi tidak, hanya membabibuta membuat scoring gitu," kata Franciscus Welirang ditemui di Gedung BEI, Jakarta, Kamis, 13 Desember 2018.

Meski demikian Franky mendukung rencana penerepan I-Suite. Menurut dia pemberian kode atau stempel pada emiten dianggap sebagai upaya untuk membuat emiten tertib dan mematuhi segala aturan main di pasar modal.

"Itu adalah sesuatu hal yang baik. Bukan sesuatu hal yang jelek," ucap Franky.

BEI diketahui akan menerapkan I-Suite, yakni pemberian notasi baru kepada emiten yang bermasalah, sehingga bukan hanya kode saham saja yang terpampang tetapi juga 'tato'.

"Implementasi I-Suite atau ticker atau notasi khusus atau kode. Jadi idenya nanti emiten akan memiliki kode khusus. Kita bisa melihat bagaimana kondisinya," kata Direktur Utama BEI Inarno Djajadi beberapa waktu lalu.

Bukan sekadar notasi khusus, Inarno mengatakan tato atau tanda khusus tersebut akan memudahkan para investor untuk melihat kondisi dari emiten tersebut. Jika emiten itu memiliki banyak 'tato' maka kondisinya sedang bermasalah.

"Kita bisa lihat kalau saham yang banyak tatonya itu harus kita hati-hati. Misalnya laporan keuangan terlambat, ekuitinya negatif," ucap Inarno.

 


(AHL)


Menperin Sampaikan Kesiapan Revolusi Industri 4.0 di Swiss
World Economic Forum 2019

Menperin Sampaikan Kesiapan Revolusi Industri 4.0 di Swiss

7 hours Ago

Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga menegaskan Indonesia siap menyongsong era revolusi i…

BERITA LAINNYA