BEI akan Kaji Aturan Suspensi

Annisa ayu artanti    •    Senin, 03 Sep 2018 12:52 WIB
suspensi sahambei
BEI akan Kaji Aturan Suspensi
Direktur Utama BEI Inarno Djajadi. (FOTO: Medcom.id/Annisa Ayu)

Jakarta: PT Bursa Efek Indonesia (BEI) akan mengkaji aturan pemberhentian perdagangan sementara (suspensi) untuk menyesuaikan kondisi pasar saham saat ini.

Belakangan ini bursa sering melakukan suspensi kepada perusahaan yang baru mencatatkan saham perdana (initial public offering/IPO) lantaran perdagangan sahamnya bergerak secara liar.

"Kita kaji saja, aturannya masih sesuai apa tidak," kata Direktur Utama BEI Inarno Djajadi di Gedung BEI, Jakarta, Senin, 3 September 2018.

Inarno menjelaskan suspensi biasa dilakukan oleh bursa sebagai fase cooling down saham-saham yang mengalami pergerakan saham yang melonjak drastis atau terjadi di masalah internal perusahaan.

"Kalau misalnya naik-naik terus kan kita ada cooling down dulu, kalau sekiranya perlu baru ada berikutnya sampai paparan publik, segala macam," jelas dia.

Adapun salah satu kasus suspensi yakni PT MD Pictures Tbk (FILM). Sudah dua kali setelah resmi melantai di pasar saham, emiten FILM disuspensi oleh bursa. Bursa menghentikan karena saham perseroan terus melonjak.

Dihimpun dari keterbukaan informasi BEI, Kamis, 23 Agustus 2018 lalu, saham FILM disuspensi di pasar reguler dan pasar tunai lantaran terjadinya peningkatan harga kumulatif yang signifikan.

"BEI memandang perlu untuk melakukam penghentian sementara perdagangan saham PT MD Pictures Tbk (FILM)," kata PH Kadiv Pengawas Transaksi Donni Kusuma Permana.

Saham FILM juga sempat disuspensi sementara waktu yakni pada 15 Agustus 2018 karena hal yang sama. Bursa melihat perlu memberikan waktu yang memadai bagi pelaku pasar untuk mempertimbangkan secara matang berdasarkan informasi yang ada dalam setiap pengambilan keputusan investasi di saham FILM.

Bursa pun membuka suspensi tersebut pada sesi pertama perdagangan 16 Agustus 2018. Selain itu, bursa juga menghentikan saham PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI). Bursa juga sempat melakukan suspensi karena perdagangan saham ini terus melonjak. Namun BEI telah membuka suspensi tersebut pada 23 Agustus 2018 lalu.


(AHL)