Rupiah Pagi Dibuka Tertekan di Rp13.868/USD

Angga Bratadharma    •    Kamis, 07 Jun 2018 08:45 WIB
kurs rupiah
Rupiah Pagi Dibuka Tertekan di Rp13.868/USD
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Adwit B Pramono)

Jakarta: Gerak nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan Kamis pagi terpantau melemah dibandingkan dengan penutupan perdagangan sore di hari sebelumnya di posisi Rp13.853 per USD. Gerak USD masih berpeluang menguat seiring perbaikan ekonomi Amerika Serikat dan kuatnya imbal hasil surat utang Pemerintah AS.

Mengutip Bloomberg, Kamis, 7 Juni 2018, nilai tukar rupiah perdagangan pagi dibuka terlempar ke zona merah di Rp13.868 per USD. Day range nilai tukar rupiah berada di kisaran Rp13.860 hingga Rp13.868 per USD dengan year to date return di 2,20 persen. Sedangkan menurut Yahoo Finance, nilai tukar rupiah berada di posisi Rp13.645 per USD.

Sementara itu, indeks Dow Jones Industrial Average naik tajam 346,41 poin atau 1,40 persen menjadi ditutup di 25.146,39 poin. Indeks S&P 500 naik 23,55 poin atau 0,86 persen menjadi berakhir di 2.772,35 poin. Indeks Komposit Nasdaq ditutup bertambah 51,38 poin atau 0,67 persen, menjadi 7.689,24 poin.

Saham JPMorgan Chase, Bank of America, dan Morgan Stanley semuanya naik lebih dari dua persen, sementara Goldman Sachs meningkat 1,70 persen, pada penutupan pasar. Sentimen investor juga terangkat oleh sejumlah berita positif perusahaan dan data ekonomi.



Pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi USD1,1769 dari USD1,1714 di sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi USD1,3410 dari USD1,3393 di sesi sebelumnya. Dolar Australia naik menjadi USD0,7663 dari USD0,7615.

Sedangkan USD dibeli 110,19 yen Jepang, lebih tinggi dari 109,74 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Kemudian USD naik menjadi 0,9859 franc Swiss dari 0,9846 franc Swiss, dan turun menjadi 1,2950 dolar Kanada dari 1,2973 dolar Kanada.

Kepala ekonom ECB Peter Praet mengatakan bank sentral akan membahas apakah akan melonggarkan pembelian obligasi secara bertahap dalam pertemuan kebijakan 14 Juni 2018 atau tidak. Hal ini sejalan dengan langkah ECB mendukung pertumbuhan ekonomi Eropa.

Mata uang bersama naik 0,5 persen terhadap USD di perdagangan terakhir, di jalur untuk mencatat kenaikan mingguan terbesar terhadap USD sejak pertengahan Februari. Indeks USD, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, turun 0,22 persen menjadi 93,668 pada akhir perdagangan.

 


(ABD)


Perpres DNI Rampung Pekan Depan

Perpres DNI Rampung Pekan Depan

1 week Ago

Pemerintah mempercepat penyelesaian rancangan per-aturan presiden (Perpres) mengenai Daftar Neg…

BERITA LAINNYA