Peluang Penurunan Imbal Hasil SUN Masih Ada

Angga Bratadharma    •    Selasa, 21 Mar 2017 10:30 WIB
surat utangobligasi
Peluang Penurunan Imbal Hasil SUN Masih Ada
Ilustrasi (MI/ATET DWI PRAMADIA)

Metrotvnews.com, Jakarta: Imbal hasil UST terus melanjutkan penurunannya yang walaupun harapan kenaikan Fed Fund Rate (FFR) target hingga 2017 masih ada dengan saat ini probabilitasnya sudah turun drastis. Adapun peluang kenaikan FFR target di FOMC meeting Mei 2017 sudah turun jauh di bawah 50 persen.

Analis Samuel Sekuritas Rangga Cipta mengatakan, peluang kenaikan FFR mengalami penurunan usai kenaikan suku bunga di pekan lalu. Namun di sisi lain, ruang turun imbal hasil Surat Utang Negara (SUN) masih ada. Dari domestik, imbal hasil SUN terus turun di semua tenor.

"Walaupun ruang penurunan imbal hasil masih ada, saat ini selisih imbal hasil SUN 10 tahun dengan suku bunga JIBOR 3m sudah semakin tipis di bawah 30 basis poin (bps)," kata Rangga, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Selasa 21 Maret 2017.

Sementara itu, komentar Bank Indonesia (BI) yang menegaskan bahwa ruang penurunan BI RR rate sudah terbatas dan kemungkinan mengalami kenaikan yang bisa membesar jika dorongan dari the Fed dan inflasi menguat, belum mengurangi daya tarik SUN yang saat ini terus terangkat isu kenaikan peringkat utang S&P.

"Adapun kepemilikan asing di SUN dari total saat ini sudah mengalami kenaikan dan berada di posisi 37,9 persen," ungkapnya.

Sebelumnya, Federal Reserve atau the Fed telah menaikkan suku bunga acuannya untuk kali ketiga sejak krisis keuangan global 2008. Langkah itu dilakukan karena pasar kerja menguat dan inflasi naik menuju target bank sentral.

"Mengingat realisasi dan ekspektasi kondisi-kondisi pasar tenaga kerja dan inflasi, bank sentral memutuskan untuk menaikkan kisaran target untuk suku bunga federal fund sebesar 25 basis poin menjadi 0,75-1,0 persen," komite pembuat kebijakan Fed mengatakan dalam sebuah pernyataan.


(ABD)