Waskita Karya Percepat Pengerjaan Tol Sepanjang 150 Km

Dian Ihsan Siregar    •    Jumat, 25 Nov 2016 15:34 WIB
waskita karya
Waskita Karya Percepat Pengerjaan Tol Sepanjang 150 Km
Ilustrasi. (ANTARA FOTO/R Rekotomo)

Metrotvnews.com Jakarta: PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) berencana mempercepat pekerjaan tol Brebes Timur ke Semarang yang memiliki jarak sepanjang 150 kilometer (km). Langkah percepatan itu agar tidak terulang kembali kemacetan yang terjadi pada Lebaran 2016 lalu yakni kemacetan di Brebes Exit (Brexit) yang memberikan pengalaman yang buruk bagi masyarakat.

‎‎Direktur Utama Waskita Karya M Choliq menyebutkan, Waskita Karya mendapat amanat dari Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk menyelesaikan jalan tol sebanyak-banyaknya hingga menuju ke Semarang. Adapun jalan tol yang diberi amanat adalah pengerjaan sambungan jalan tol dari ruas Pejagan-Pemalang menuju Semarang.

"Jarak antara Brebes timur ke Semarang 150 km. Padahal periode Lebaran ke Lebaran kira-kira hanya 11 bulan kalender Masehi. Dan proses pengeringan jalan tol sampai bisa dipakai itu 28 hari. Sehingga efektifnya, kira-kira 10,5 bulan kami harus menyelesaikan 150 km jalan tol. Ini tugas yang amat berat," tutur Choliq‎, ditemui usai RUPSLP perseroan di kantor pusat Waskita Karya, Jakarta, Jumat (25/11/2016).

Menurut Choliq, tugas pengerjaan 150 km tidak termasuk dalam Rencana Kerja Perusahaan (RKP). Melihat evaluasi terakhir perusahaan terhadap RKP di 2017, di mana pengerjaan jalan tol hanya mencapai 113 km.

"‎Ini tugas berat, karena belum ada di dalam sejarah Indonesia, ini harus bisa membuat jalan 150 km dalam tempo 10 bulan. Mengenai evaluasi terakhir, targetnya jadi dikurangi 37 km, jadi kira-kira 113 km harus jadi sebelum Lebaran tahun depan," tegas Choliq‎.

Waskita ‎pun mengupayakan jalur tol Brebes Timur ke Pemalang tol akan jadi secepatnya. "Kita harapkan sudah jadi, Lebaran sudah bisa lewat. Seperti Lebaran 2015, kalau Anda lihat, Kanci-Pejagan waktu itu belum jadi, tapi boleh dilewati angkutan Lebaran. Tapi jalan harus stabil, tidak berdebu dan sebagainya," pungkas Choliq.


(AHL)