Right Issue, Siloam Tawarkan Harga Rp9.000 per Saham

Dian Ihsan Siregar    •    Kamis, 24 Nov 2016 15:44 WIB
siloam international hospital
<i>Right Issue</i>, Siloam Tawarkan Harga Rp9.000 per Saham
Ilustrasi. (FOTO: ANTARA/Yudhi Mahatma)

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO) berencana menjalankan right issue dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD). Jumlah saham yang akan ditawarkan sebanyak-banyaknya 144.512.500 saham biasa atau setara 11,11 persenari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah PUT I.

Adapun nilai nominal yang ditawarkan dalam right issue sebesar Rp100 per saham, dengan harga pelaksanaan Rp9.000 per saham.

Mengutip prospektus perseroan di keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis, 24 November, setiap pemegang delapan saham biasa atas nama yang namanya tercantum dalam Daftar Pemegang Saham (DPS) pada 2 Desember 2016 pukul 16.15 WIB mendapatkan satu HMETD di mana satu HMETD berhak untuk membeli satu saham baru dengan harga pelaksanaan di posisi Rp9.000 per saham, maka nilai right issue yang didapatkan sebanyak-banyaknya Rp1,3 triliun.

Baca: Siloam Hospitals Incar Rp1,3 Triliun dari Right Issue

Dana dari hasil right issue, sebanyak 56 persen ‎dana yang diperoleh dari aksi korporasi ini akan digunakan untuk pengembangan usaha dalam periode 2017-2019, sebanyak 33 persen akan digunakan untuk pembayaran sebagian utang (pokok dan/atau bunga) kepada pemegang saham tidak langsung perseroan yaitu PT Lippo Karawaci Tbk secara tunai.

Sedangkan sisanya 11 persen akan digunakan untuk modal kerja sendiri dan anak usaha yang meliputi biaya operasional perseroan dan entitas anak antara lain pembayaran sewa gedung rumah sakit dan biaya lainnya.

PT Megapratama Karya Persada (MKP) s‎elaku Pemegang Saham Utama dan Prime Health Company Limited (PHCL) selaku pemegang saham akan melaksanakan seluruh Jika masih terdapat sisa Saham Baru dari jumlah yang ditawarkan, maka sisa saham baru tersebut tidak akan dikeluarkan oleh Perseroan dari portepel.

Pemegang saham yang tidak melaksanakan haknya dalam right issue, maka akan mengalami penurunan persentase kepemilikan atau terdilusi hingga sebesar 7,67 persen.


(AHL)