Penerbitan Obligasi Korporasi Diproyeksikan Turun di 2019

Nia Deviyana    •    Selasa, 11 Dec 2018 20:44 WIB
pasar modalobligasi
Penerbitan Obligasi Korporasi Diproyeksikan Turun di 2019
Illustrasi. MI/Adam Dwi.

Jakarta: Direktur Utama PT Pemeringkat Efek Iindonesia (Pefindo) Salyadi Saputra memproyeksikan adanya penurunan terhadap investasi obligasi atau surat utang korporasi pada 2019. Tingkat suku bunga yang tinggi dan tahun politik menjadi faktor pemicunya.

"2019 seperti juga 2018, mungkin tidak sebagus 2017. Pertama karena faktor tingkat suku bunga yang tinggi. Lalu tahun politik, yang menjadi tantangan dalam menerbitkan obligasi," ujar Salyadi saat ditemui di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Selasa, 11 Desember 2018.

Salyadi memproyeksikan penerbitan obligasi korporasi sebesar Rp130 triliun, lebih rendah dari emisi obligasi sepanjang 2018 sebesar Rp135 triliun. Dia mengatakan bahwa di 2017 menjadi tahun yang tepat untuk mengeluarkan emisi obligasi dengan mencapai Rp150 triliun.

Kenaikan suku bunga memang memengaruhi minat penerbitan obligasi. Namun, kebutuhan pembangunan infrastruktur yang tinggi diharapkan dapat meningkatkan minat korporasi.

"Jadi walaupun kuponnya naik sedikit, korporasi tetap berminat," kata dia.

Seperti diketahui, harga obligasi ditentukan oleh perubahan suku bunga. Jika suku bunga tinggi, maka harga obligasi akan turun dan sebaliknya.

Sementara hingga akhir Oktober ini, penerbitan obligasi baru mencapai Rp123,8 triliun yang terdiri dari Rp98,1 trilun obligasi korporasi, Rp22,1 triliun Surat Utang Jangka Menengah (SUJM), dan Rp3,6 triliun dalam bentuk sekuritisasi.

Untuk tahun depan, Pefindo mengatakan baru menerima mandat untuk menerbitkan obligasi korporasi senilai Rp15 triliun. "Biasanya nanti ada mandat lagi untuk direalisasikan pada kuartal II-2019," pungkasnya.


(SAW)