Hubungan AS-Tiongkok Membaik, Saatnya Koleksi Saham Perbankan

Annisa ayu artanti    •    Kamis, 13 Dec 2018 09:02 WIB
ihsg
Hubungan AS-Tiongkok Membaik, Saatnya Koleksi Saham Perbankan
Ilustrasi (MI/USMAN ISKANDAR)

Jakarta: Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi bergerak di zona hijau. Kondisi tersebut didorong oleh membaiknya hubungan dagang antara Amerika Serikat dengan Tiongkok, yang sebelumnya kian memanas akibat adanya pengenaan tarif yang tinggi di antara kedua negara.

"Mulai membaiknya hubungan dagang Tiongkok dan AS diprediksi dapat mendorong penguatan IHSG," kata Research Analyst Artha Sekuritas Indonesia Dennies Christoper, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Kamis, 13 Desember 2018.

Dennies menuturkan membaiknya hubungan dagang di antara negara ekonomi raksasa itu menciptakan optimisme di investor. Dennies meyakini pergerakan IHSG berada di level support 6.071-6.093 dan resisten 6.127-6.139. Selain faktor eksternal, penguatan rupiah hari ini juga dipicu oleh pergerakan nilai tukar rupiah yang stabil.

Vice President Research Department Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya menambahkan reli IHSG hari ini akan bergerak positif di zona hijau dan bergerak di 5.955-6.226  Menurutnya fundamental perekonomian masih menunjukkan kondisi yang cukup stabil dan baik sehingga dapat menunjang progres kenaikan IHSG hingga masa yang akan datang.

"Hari ini IHSG berpeluang melantai di zona hijau," ucap William.

Beberapa saham yang direkomendasikan hari ini adalah saham-saham perbankan seperti PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Mandiri Tbk (BMRI), PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI), dan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI).

Lalu saham PT Gudang Garam Tbk (GGRM), PT HM Sampoerna Tbk (HMSP), PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP), PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR), PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM), dan PT Jasa Marga Tbk (JSMR).


(ABD)