Sari Roti Keberatan Didenda KPPU Rp2,8 Miliar

Annisa ayu artanti    •    Rabu, 28 Nov 2018 19:26 WIB
nippon sari roti
Sari Roti Keberatan Didenda KPPU Rp2,8 Miliar
Ilustrasi. (FOTO: Medcom.id)

Jakarta: PT Nippon Indosari Corporindo Tbk (ROTI) mengajukan keberatan atas keputusan Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU) mendenda perusahaan akibat terlambat dalam memberitahukan akuisisi PT Prima Top Boga (PTB).

Sekretaris Perusahaan ROTI Sri Mulyana mengatakan terkait dengan putusan itu, KPPU memberikan waktu 14 hari setelah salinan putusan diterima untuk perusahaan mengajukan keberatan. Perusahaan pun mempertimbangkan untuk mengajukan keberatan.

"Perseroan bersama dengan kuasa hukum saat ini sedang mempertimbangkan untuk mengajukan keberatan atas putusan tersebut," kata Sri dalam keterangan tertulisnya yang ditujukan kepada BEI seperti dikutip dari Keterbukaan Informasi BEI, Rabu, 28 November 2018.

Sri menjelaskan, ROTI telah melaporkan akuisisi PTB kepada KPPU pada 29 Maret 2018 setelah PTB mendapatkan izin persetujuan dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) 1 Maret 2018. Artinya, masih dalam kurun waktu 30 hari kerja setelah mendapat izin BKPM.

Lebih lanjut, kata Sri, adanya kasus ini tidak membuat kegiatan operasional produsen Sari Roti teganggu. Kegiatan operasi tetap berjalan lancar.

"Proses dan keputusan KPPU ini tidak mengganggu jalannya kegiatan operasional perusahaan," ungkap dia.

KPPU sebelumnya menjatuhkan hukuman denda sebesar Rp2,8 miliar kepada PT Nippon Indosari Corpindo Tbk (ROTI). Denda itu diberikan lantaran keterlambatan perseroan dalam pemberitahuan pengambilalihan (akuisisi) saham PT Prima Top Boga. Keputusan denda tersebut tercantum dalam Putusan Perkara Nomor 07/KPPU-M/2018.


(AHL)


Solusi Rangkap Jabatan BP Batam Dinilai Melanggar UU

Solusi Rangkap Jabatan BP Batam Dinilai Melanggar UU

16 hours Ago

Keputusan pemerintah melebur BP Batam ke Pemerintah Kota Batam mendapat respons dan tanggapan b…

BERITA LAINNYA