Semester I-2019

BEI Beri "Karpet Merah" untuk Perusahaan Tambang dan Migas IPO

Annisa ayu artanti    •    Senin, 05 Nov 2018 11:56 WIB
emitenbeiipo
BEI Beri
Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna. (FOTO: Medcom.id/Annisa Ayu)

Jakarta: PT Bursa Efek Indonesia (BEI) memberi "karpet merah" atau memprioritaskan pelonggaran peraturan pencatatan saham di sektor tambang mineral batu bara dan migas bisa terimplementasi di semester pertama 2019.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna mengatakan saat ini pihak bursa telah melakukan diskusi melalui forum group discussion (FGD) kepada pemangku kepentingan di sektor-sektor tersebut. Untuk sektor migas, bursa telah berbicara dengan Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas).

Dalam FGD sebagian besar pemangku kepentingan mendukung dan merespons baik rencana pelonggaran peraturan pencatatan saham itu karena menjadi cara baru untuk memperoleh sumber pendanaan. Rencananya, implementasi aturan itu akan diterapkan di semester I-2019.

"Tambang dulu yang batu bara dan mineral, kemudian berdekatan dengan itu migas," kata Nyoman di Gedung BEI, Jakarta, Senin, 5 November 2018.

Pelonggaran aturan ini bertujuan supaya menambah jumlah perusahaan yang tercatat di bursa. Untuk sektor tambang mineral dan batu serta migas, BEI akan memberikan kelonggaran kepada perusahaan tambang yang belum masuk tahap eksploitasi bisa mencatatkan saham perdana atau melakukan Initial Public Offering (IPO) lebih awal di pasar modal.

"Nanti pada tahapan eksplorasi saja itu sudah bisa (IPO)," ujar dia.

Sampai dengan akhir tahun, Nyoman menargetkan aturan tersebut dapat selesai sehingga pada semester I-2019 sudah bisa diterapkan.

"Untuk di 2018, target kita sudah punya draf dari regulasi tersebut," pungkas dia.

 


(AHL)