Indeks Saham Indonesia Diyakini Menguat

Angga Bratadharma    •    Rabu, 06 Feb 2019 09:25 WIB
ihsg
Indeks Saham Indonesia Diyakini Menguat
Ilustrasi (MI/PANCA SYURKANI)

Jakarta: Indeks saham Amerika Serikat (AS) semalam ditutup menguat, didukung faktor positif dari musim laporan keuangan serta pidato Presiden AS. Topik yang ditunggu oleh para pelaku pasar adalah penyelesaian konflik AS dan Tiongkok di mana para pelaku pasar optimistis dengan keinginan Trump untuk mencapai kesepakatan antar kedua pihak.

Selain itu, Samuel Research Team mengungkapkan, pidato juga akan diperkirakan berisi tentang masalah pembangunan tembok perbatasan dengan Meksiko, yang menjadi indikasi apakah penutupan Pemerintahan AS akan kembali berlangsung atau tidak.

"IHSG kami perkirakan akan menguat mengikuti pergerakan bursa saham global serta pergerakan EIDO yang positif. Pasar juga menanti data pertumbuhan ekonomi di mana secara konsensus PDB Indonesia di kuartal IV-2018 diperkirakan tumbuh 5,12 persen secara yoy," ungkap Samuel Research Team, seperti dikutip dari riset hariannya, Rabu, 6 Februari 2019.

Dari bursa Eropa dan Asia, semua kompak mengalami penguatan mengiringi bursa saham AS. Selain mendapat sentimen positif menjelang pidato Trump, pasar saham juga didorong oleh kuatnya rilis laporan keuangan emiten di tengah rilis data penjualan ritel Eropa yang turun 1,6 persen secara mom pada Desember.

Di sisi lain, indeks Dow Jones Industrial Average naik 172,15 poin atau 0,68 persen, menjadi berakhir di 25.411,52 poin. Indeks S&P 500 meningkat 12,83 poin atau 0,47 persen, menjadi ditutup di 2.737,70 poin. Indeks Komposit Nasdaq berakhir 54,55 poin atau 0,74 persen lebih tinggi, menjadi 7.402,08 poin.

Keuntungan tiga digit poin Dow Jones dipicu oleh reli saham Boeing. Saham produsen pesawat terbang itu menguat 3,32 persen menjadi sebesar USD410,18 per saham pada penutupan perdagangan.

Delapan dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir lebih tinggi, dengan sektor consumer discretionary (barang dan jasa yang dianggap tidak penting oleh konsumen, tetapi diinginkan jika pendapatan yang tersedia cukup untuk membelinya) serta jasa-jasa komunikasi naik lebih dari 0,9 persen, mengungguli sektor lainnya.


(ABD)