Investasi KIK DIRE Bisa Capai Rp70 Triliun-Rp90 Triliun dalam 5 Tahun

Dian Ihsan Siregar    •    Senin, 30 May 2016 18:46 WIB
investasi properti
Investasi KIK DIRE Bisa Capai Rp70 Triliun-Rp90 Triliun dalam 5 Tahun
Illustrasi (REUTERS/Kai Pfaffenbach).

Metrotvnews.com, Jakarta: ‎Kemenko Perekonomian mengindikasikan potensi KIK Dana Investasi Real Estate (DIRE) di Indonesia selama lima tahun ke depan bisa mencapai Rp70 triliun-Rp90 triliun. Angka ini melonjak dari porsi DIRE yang saat ini ‎hanya satu produk dengan total aset di atas Rp500 miliar.

‎Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Makro dan Keuangan Kemenko Perekonomian, Bobby Hamzar Rafinus menuturkan, ‎dana KIK DIRE bisa diraih selama lima tahun ke depan sebesar Rp70 triliun-Rp90 triliun, asalkan Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) untuk perlakuan perpajakan KIK DIRE bisa disetujui dengan cepat.

RPP ini akan mengatur penurunan diskon pengenaan pajak penghasilan (PPh) atas transaksi DIRE, dari 5 persen menjadi 0,5 persen. Keadaan itu membuat peluang besar untuk menarik aset properti Indonesia yang ada di luar untuk kembali ke negeri sendiri.

"Dengan insentif ‎penurunan PPh DIRE menjadi 0,5 persen dan pemerintah daerah ‎menurunkan bea perolehan hak atas tanah dan bangunan (BPHTB) yang saat ini masih memiliki tarif pajak 5 persen menjadi 1 persen, maka potensi DIRE Indonesia mencapai Rp70 triliun-Rp90 triliun. Kita harapkan dengan pemberian fasilitas pajak ini akan kita berikan selama lima tahun ke depan," jelas Bobby, ‎ditemui di Gedung BEI, Jakarta, Senin (30/5/2016).

RPP perpajakan untuk KIK DIRE ini, Bobby menekankan, akan keluar dalam waktu dekat. Setelah itu, diharapkan banyak pengembang properti yang menerbitkan DIRE di negeri sendiri, ketimbang di luar negeri.

Potensi REIT sebesar Rp70 triliun-Rp90 triliun sangat positif bagi investasi Indonesia. Karena, perusahaan-perusahaan yang memiliki aset properti di luar negeri sangat banyak, khususnya di negara tetangga.

Dengan memberikan diskon PPH DIRE (0,5 persen) dan BPHTB (1 persen), maka total pengenaan pajak untuk pembangunan properti secara total menjadi 1,5 persen. Indonesia bisa bersaing dengan Singapura yang mematok perpajakan untuk properti sebesar 3 persen.

‎"Singapura itu sekarang sekitar 3 persen, kalau Indonesia bisa sekitar 1,5-2 persen maka akan menarik bagi perusahaan properti untuk mengembangkan investasinya melalui DIRE," papar Bobby.

Pengembang properti besar di dalam negeri telah menerbitkan DIRE-nya di luar negeri yang mencapai Rp30 triliun. Perusahaan itu adalah PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) milik Lippo Group.


(SAW)