Anak Usaha BUMN Diharap IPO di Periode Januari-Maret 2018

Dian Ihsan Siregar    •    Senin, 13 Nov 2017 17:15 WIB
emitenbeipasar modalipo
Anak Usaha BUMN Diharap IPO di Periode Januari-Maret 2018
Ilustrasi (MI/RAMDANI)

Jakarta: PT Bursa Efek Indonesia (BEI) berharap ada potensi penarikan banyak dana dari perbankan dan pasar modal di 2018, karena adanya hajatan Pilkada serentak di tahun depan. ‎Maka dari itu, anak usaha BUMN disarankan bisa melantai (IPO) di pasar modal di periode Januari hingga Maret 2018.

"Sebaiknya  mereka (anak usaha BUMN melakukan aksi pelepasan saham) Januari hingga Februari 2018. Sebab Juni ada Pilkada dan juga pembayaran pajak," ungkap Direktur Utama BEI Tito Sulistio, di Gedung BEI, SCBD Sudirman, Jakarta, Senin 13 November 2017.

Sepanjang tahun ini, Deputi Bidang Restrukturasi dan Pengembangan Usaha Kementerian BUMN Aloysius Klik Ro menambahkan, ‎Kementerian BUMN menargetkan sebanyak empat anak usaha perusahaan pelat merah bisa melantai di pasar modal Indonesia.

Dari total empat, sudah ada satu perusahaan yang merealisasikan IPO, yakni  PT Garuda Maintenance Facility AeroAsia Tbk (GMFI). Sedangkan tiga lainnya, adalah PT PP Presisi, PT Jasa Armada Indonesia, dan PT Wijaya Karya Gedung atau WIKA Gedung.

Sebenarnya, kata Aloy, sembilan anak usaha berencana IPO di tahun ini, tapi yang diprediksi bisa terjadi hanya empat perusahaan. "Pada 17 November PP Presisi IPO, setelah itu Wika Gedung. Kemudian, akhir tahun ditutup dengan Jasa Armada Indonesia (Anak usaha Pelindo II)," ungkap Aloy.

‎‎Aloy menyatakan, ada sisa lima anak usaha BUMN yang carry over atau melaksanakan IPO di 2018. "Beberapa tambahan dari grupnya PT Pembangunan Peruhaman (PTPP)," ucap Aloy.

Dengan sisa lima anak usaha BUMN, ‎Kementerian BUMN memprediksi ada 10 anak usaha BUMN yang melantai di pasar modal Inodnesia pada 2018. Sembilan anak usaha yang seharusnya IPO di tahun ini sebelumnya diprediksi bisa meraih dana segar Rp21 triliun. Salah satu hambatan anak usaha tidak terealisasi menjalankan IPO adalah persiapan waktu yang lama.


(ABD)