Investor Asing Lebih Percaya Tanam Saham di Bursa Ketimbang Investor Lokal

   •    Kamis, 09 Nov 2017 10:20 WIB
bei
Investor Asing Lebih Percaya Tanam Saham di Bursa Ketimbang Investor Lokal
Ilustrasi. (FOTO: MI/Atet Dwi Pramadia)

Metrotvnews.com, Ciloto: Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat jumlah aset investor lokal terus bertumbuh seusai program amnesti pajak. Meski demikian, aset investor lokal yang tercatat di bursa itu masih kalah nilainya dari investor asing.

Investor Education and Development Strategy Investor Development Division BEI, Kemas Rumaiyar, menyampaikan jumlah aset investor asing selama Januari-Oktober 2017 mencapai Rp1.897 triliun, sedangkan aset investor lokal masih di bawah mereka yakni Rp1.765 triliun.

"Itu artinya orang asing lebih percaya menanamkan saham mereka di (bursa) kita daripada orang Indonesia sendiri," ungkap Kemas dalam workshop untuk kalangan wartawan di kawasan Ciloto, Jawa Barat, Rabu 8 November 2017.

Kemas mengatakan besarnya nilai aset investor asing tidak dimungkiri bisa membuat pergerakan saham di bursa sangat berfluktuatif, terutama ketika muncul sentimen dari isu-isu global di luar negeri.

Pada tahun ini, misalnya, berbagai isu sentimen global membuat pasar berfluktuatif sehingga investor asing menarik saham mereka hingga Rp17,2 triliun, di antaranya saat meningkatnya ketidakstabilan geopolitik di semenanjung Korea pada awal September lalu.

"Kalau ekonomi lagi jelek atau ada kebijakan di luar negeri, mereka (investor asing) yang akan memengaruhi saham kita," jelasnya.

Karena itu, Kemas berharap jumlah dan saham dari investor lokal terus bertambah. Dengan begitu, lanjut dia, kondisi pasar saham nasional bakal lebih terjaga stabil meskipun ada sentimen negatif dari ekonomi global.

Kemas melanjutkan masyarakat bisa memilih saham-saham dari perusahaan terbuka yang produknya biasa dibeli untuk kebutuhan sehari-hari. Misalnya, perusahaan yang menjual sabun, perlengkapan mandi, mobil dan motor, rokok, semen, perusahaan telekomunikasi, dan konstruksi.

Saham-saham perusahaan itu dinilai cenderung stabil lantaran produknya dibutuhkan masyarakat. Meski demikian, pertumbuhan jumlah aset investor lokal pascaprogram amnesti pajak, menurut Kemas, sudah cukup signifikan.

Sebelum amnesti pajak, total aset investor lokal sebesar Rp900 triliun, jauh lebih kecil daripada aset investor asing yang pada saat yang sama mencapai Rp1.700 triliun.

"Adapun tiga bulan lalu, nilai dari investor lokal sudah berada pada Rp1.600 triliun setelah ada amnesti pajak. Lalu, Oktober ini Rp1.765 triliun," imbuhnya.

Menabung Saham

Kepala Pengembangan Investor BEI Erna Dewayani menilai, selain karena ada program amnesti pajak, kenaikan jumlah investor lokal terjadi setelah pihaknya menggencarkan kampanye Yuk Nabung Saham. Kampanye yang dimulai pada 2015 itu membuat jumlah pemilik single investor identification (SID) per 6 November 2017 melonjak signifikan, yakni mencapai 613.261 SID.

Sebelumnya, jumlah SID yang tercatat hanya sekitar 400 ribu SID.

"Setiap tahun, kami menggelar kampanye Yuk Nabung Saham dan ini kami lakukan sejak 2015. Selanjutnya pada 2016, kami juga mulai meningkatkan edukasi yakni dari literasi menjadi inklusi," katanya.

Selain itu, kata dia, tahun ini pihaknya menambah lagi kegiatan aktivasi.

"Kami memiliki 27 kantor perwakilan di Indonesia dan 313 galeri investasi di kampus untuk memudahkan mahasiswa belajar pasar modal," pungkas Erna. (Media Indonesia)

 


(AHL)