IHSG Masih Berpotensi Melemah

   •    Senin, 12 Feb 2018 09:01 WIB
ihsg
IHSG Masih Berpotensi Melemah
Ilustrasi (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)

Jakarta: Bursa Wall Street ditutup menguat pada Jumat lalu setelah turun pada Kamis sebelumnya. Data terakhir dari Thomson Reuters menunjukkan bahwa laba perusahaan-perusahaan S&P 500 pada kuartal IV-2017 diperkirakan meningkat 14,7 persen secara YoY, sementara pendapatan mereka diperkirakan meningkat sebesar delapan persen secara YoY.

Di sisi lain, Samuel Research Team menyebut, para investor terus memantau kemajuan rancangan undang-undang pengeluaran Pemerintah AS. Layanan-layanan pemerintah tidak penting AS dihentikan semalam namun dibuka kembali pada Jumat pagi, 9 Februari 2018.

"Hal itu dilakukan setelah Kongres menyetujui RUU pengeluaran sementara dua tahun sebesar USD400 miliar, yang Presiden AS Donald Trump tandatangani pada Jumat pagi," sebut Samuel Research Team menyebut, seperti dikutip dari riset hariannya, di Jakarta, Senin, 12 Februari 2018.

Sementara itu, dari dalam negeri, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun 0,59 persen ke level 6.505 sejalan dengan pelemahan bursa global. Harga sejumlah komoditas termasuk minyak cenderung melemah sementara USD index masih cenderung menguat.

"Didominasi oleh rawannya volatilitas bursa global, IHSG masih berpotensi melemah, setidaknya untuk perdagangan Senin ini," sebut Samuel Research Team.

‎Analis Indosurya Bersinar Sekuritas William Suryawijaya menambahkan, indeks akan ditopang oleh beberapa faktor. Sehingga posisi melemah akan berubah ke zona hijau.

"Masih stabilnya nilai rupiah dan masih kuatnya harga komoditas dan masih berlangsungnya rilis kinerja emiten yang sudah terlansir cukup baik, maka‎ akan memberikan dorongan ke IHSG," kata William.

‎Selain itu, masih kata William, faktor pendukung lainnya adalah masih kuatnya fundamental ekonomi nasional. "Hal itu menunjukkan kondisi dalam keadaan stabil. S‎ehingga menambah daya tarik bagi investor yang akan memulai langkah investasi di awal tahun," pungkas William.


(ABD)


Analis: Krisis Turki Bisa Tekan Rupiah ke Level Rp14.700/USD

Analis: Krisis Turki Bisa Tekan Rupiah ke Level Rp14.700/USD

2 hours Ago

Nilai tukar rupiah menghadapi tekanan jual yang tinggi karena krisis ekonomi di Turki menggangg…

BERITA LAINNYA