Generasi Milenial, Ayo Menabung Saham

Arif Wicaksono    •    Minggu, 07 Jan 2018 14:00 WIB
saham
Generasi Milenial, Ayo Menabung Saham
Illustrasi. Dok:MI.

Jakarta: Selain harus lebih giat dalam mencari uang dan menekan pengeluaran yang tidak perlu, Yuk, coba berinvestasi saham. Investasi saham cocok untuk memenuhi kebutuhanmu jangka panjang.

Dikutip dari Sikapiuangmu.ojk.go.id, Minggu, 7 Januari 2018, sebelum berinvestasi kamu harus buang stigma bahwa investasi saham itu mengandalkan hoki, ribet serta mahal. Ternyata tidak. Dengan modal Rp100ribu atau setara dengan dua kali ngopi di kafe, kamu udah bisa ikut berinvestasi saham.

Saham sendiri merupakan sebuah surat yang menunjukkan kepemilikan suatu perusahaan. Artinya jika kamu membeli saham suatu perusahaan, maka otomatis kamu akan punya bagian dari kepemilikan perusahaan tersebut.

Bila perusahaan memiliki kinerja yang baik, kamu juga bisa dapat untung dari naiknya harga saham kamu (capital gain) atau jika perusahaan untung, kamu akan mendapatkan dividen yang dibayarkan tiap tahunnya sebagai bagian keuntungan dari perusahaan untuk pemegang saham.

Sebagai ilustrasi pertumbuhan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tahun 2016 adalah 15,45 persen lebih tinggi dari kinerja depoisto yang hanya 7-8 persen per tahun.

Dalam investasi saham, investor dapat dibedakan dalam tiga kategori berikut, berdasarkan panjang waktu penyimpanan asset.

Pertama adalah Trader. Trader adalah para investor yang tidak menyimpan asetnya, biasanya dalam satu hari yang sama aset yang dibeli sudah dijual lagi. Hal ini membutuhkan keahlian mendalam dalam menganalisa saham yang hendak diperjualbelikan

Kedua adalah Swing Investor. ini adalah para investor yang menyimpan asetnya hingga suatu  waktu tertentu ketika target keuntungannya diperoleh. Ketiga adalah Long term investor atau investor yang menyimpan asetnya dalam jangk a waktu yang panjang untuk memiiliki bagian dari perusahaan tersebut.

Sebelum membeli saham, pilihlah kategori investor yang sesuai dengan tujuan perencanaan keuanganmu, agar dapat memilih strategi investasi yang tepat.

Sebenarnya, karakter berinvestasi saham tidak beda jauh dengan investasi properti. Investasi saham bukan semata-mata spekulasi tanpa logika, karenanya kamu perlu melakukan dua jenis analisis yang terdiri dari:

Pertama adalah Analisis Fundamental. Ini merupakan analisis yang bertujuan untuk memilih saham mana yang patut diinvestasikan, dengan mempelajari hal- hal yang berhubungan dengan kondisi keuangan suatu perusahaan.

Kedua adalah Analisis Teknikal. Ini merupakan analisis yang bertujuan untuk mengetahui target harga dan kapan sebaiknya melakukan transaksi, dengan menggunakan data harga dan volume perdagangan di masa lalu untuk memprediksi pergerakan harga yang akan terjadi.

Nah, kedua jenis analisis di atas harus disesuaikan dengan tujuan kamu berinvestasi. Jika kamu ingin melakukan perdagangan cepat atau trading, maka kamu perlu melakukan analisis teknikal.

Sedangkan, jika tujuanmu berinvestasi jangka panjang maka kamu perlu menekankan analisis fundamentalnya. Di era teknologi seperti sekarang, kamu bisa melakukan analisis tersebut dengan memperoleh informasi dari situs internet ataupun aplikasi saja.

Ketika memulai berinvestasi saham, ada baiknya kamu secara konsisten melakukan review terhadap kinerja saham dan perusahaan penerbit.  Jika dalam suatu periode ditemukan bahwa kinerjanya melambat karena faktor eksternal, internal, atau ekonomi, maka sebaiknya kamu mempertimbangkan kembali kepemilikan saham tersebut dan mencari saham lain yang lebih baik kinerjanya.

Untuk mengelola risiko dan keuntungan, dianjurkan pula bagimu untuk tidak fokus pada satu sektor industri saja, tetapi melakukan diversifikasi aset ke dalam beberapa sektor misalnya perbankan dan pertanian.


(SAW)