Beli Rp21 Miliar, Sido Muncul Kaji Aset Taman Djamoe Nyonya Meneer

Dian Ihsan Siregar    •    Jumat, 13 Oct 2017 15:10 WIB
sido munculnyonya meneer
Beli Rp21 Miliar, Sido Muncul Kaji Aset Taman Djamoe Nyonya Meneer
Pabrik jamu Nyonya Meneer di Jalan Raya Kaligawe, Semarang. (FOTO: MTVN/Mustholih)

Metrotvnews.com, Jakarta: PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk (SIDO) telah membeli Taman Djamoe Indonesia yang merupakan aset pabrik jamu milik PT Nyonya Meneer. Sido Muncul membeli Taman Djamoe dengan nilai investasi sebesar Rp21,901 miliar.

Pembelian aset tersebut‎ dilakukan melalui proses lelang online pada 26 September 2017 lalu.‎ Aset yang dibeli berada di Jalan Soekarno-Hatta Km. 28, Ungaran, Semarang. Dengan total lahan seluas 2,3 hektare (ha).

Corporate Secretary ‎Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul, Tiur Simamora mengaku, perseroan‎ masih menimbang dan mengkaji aset tersebut untuk dimanfaatkan seperti apa. Namun, yang pasti tidak jauh dari bisnis industri jamu.

"Yang dilelang cuma tanah lokasinya dekat pabrik Sido Muncul. Sementara itu jadi Taman Djamoe dulu saja. Kita sedang kaji peruntukkannya," ‎kata Tiur kepada Metrotvnews.com,‎ Jumat 13 Oktober 2017.

Ketika ditanya aset tersebut untuk penanaman tumbuhan jamu, Tiur mengaku manajemen juga mempunyai tanggung jawab langsung kepada petani binaan Sido Muncul‎.

"Belum kepikiran ke sana, kasihan petani binaan kita yang ada di Jawa Tengah. Petani binaan tidak semua ada di Semarang. ‎Ya pasti digunakan (aset Nyonya Meneer Taman Djamoe). Cuma karena harus balik nama dan urus perizinan, jadi butuh waktu," tutur Tiur.

Jika perizinan sudah terselesaikan, lanjut dia, maka perseroan akan menyampaikan secara detail terkait pemanfaatan aset Taman Djamoe.

"Nanti lah, kita bisa kena 'semprit' OJK. Kita urus izin dulu. Senin besok saja, saya ke Bank Papua yang ada di Jakarta, untuk ambil sertifikat tanah dan dokumen lain terkait aset itu," ungkap Tiur.

Di sisi lain, tambah Tiur, perseroan tidak mengakuisisi aset lain selain Taman Djamoe, karena aset Nyonya Meneer yang lain sudah dibeli banyak pihak. "Kita cuma beli aset itu, tidak ada yang lain," pungkas Tiur.

 


(AHL)